kissaaten kafe

Mengenal Kissaten di Jepang: Kedai Kopi Klasik dengan Nuansa Nostalgia

Tidak hanya teh, masyarakat Jepang juga gemar minum kopi. Bahkan, menurut laporan dari Euromonitor (2025), pertumbuhan penjualan produk kopi di Jepang diperkirakan mencapai 7% per tahun. Namun berbeda dengan teh, kopi tidak tumbuh secara alami di Jepang. Konsumsi kopi di negara ini erat kaitannya dengan interaksi Jepang dan negara-negara Barat pada masa sebelum dan sesudah Perang Dunia II.

Pada masa itu, terbentuklah kafe khas Jepang yang disebut dengan kissaten (喫茶店).  Tempat ini memiliki identitas tersendiri yang membedakannya dengan kafe modern biasa.

Mengenal Kissaten dan Sejarahnya

Kissaten (喫茶店) secara harfiah berarti ‘toko tempat menikmati teh’. Zaman dulu, kata kissa berarti menikmati teh. Jadi bisa diartikan kissaten adalah kedai teh pada zaman itu. Namun, sekarang mayoritas kissaten menu utamanya adalah kopi, disertai berbagai makanan ringan dan penutup, seperti Japanese sando dan yoghurt.

Kissaten berbasis kopi ini pertama kali muncul pada tahun 1888 dengan berdirinya kahisakan (可否茶館). Akan tetapi, karena kopi saat itu masih mahal dan diimpor dari negara lain, kahisakan tidak bertahan lama. Baru pada Era Showa (1926–1989) budaya minum kopi menjadi lebih stabil dan banyak kissaten bermunculan.

Fun fact: Huruf kanji pertama pada kata kissaten berarti menghisap (rokok). Zaman dulu awalnya kissaten adalah tempat untuk mendapatkan efek dopamin yang kuat dari kafein kopi (memperbesar pembuluh darah) dan nikotin rokok (memperkecil pembuluh darah). Sejak 2020, peraturan baru di Jepang melarang merokok di kissaten.

Perbedaan Kissaten vs Coffee Shop Modern

kissaten

Sumber: Rurubu Japan

Meskipun sama-sama menyajikan kopi, kissaten dan coffee shop modern memiliki perbedaan signifikan. Berikut ini di antaranya:

1. Atmosfer yang Kental dengan Nostalgia Tahun 70 dan 80-an

Banyak kissaten yang didirikan pada tahun 1970-an dan 1980-an masih berdiri sampai sekarang. Maka dari itu, jangan heran kalau kamu menemukan nuansa khas era tersebut di kedai kopi ini, mulai dari dinding dan meja kayu, alat penyeduh kopi tradisional hingga musik jazz yang akan membuatmu seperti terlempar ke masa lalu.

Interior dari kissaten terlihat lebih bernuansa imperial-western, sehingga hampir bisa dipastikan tidak akan ditemukan tatami atau konsep interior ‘ketimuran’ di kissaten. Seragam pelayannya pun kebanyakan menggunakan vest (rompi) atau seragam maid eropa lama, alih-alih menggunakan apron.

2. Atmosfer yang Tenang

Perbedaan lainnya antara kissaten dan coffee shop adalah kissaten biasanya menawarkan tempat yang relatif tenang. Pembeli di kafe tradisional ini bisa membaca buku, koran atau berbincang dengan teman maupun barista dengan volume yang lebih rendah dibanding kafe modern biasa. Tapi, perlu diingat juga kalau tidak semua kissaten cocok untuk jadi tempat bekerja dari kafe / work from cafe (WFC) karena tempatnya yang relatif kecil.

3. Sertifikasi

Dilansir dari akun YouTube Tokyo Creative (2022), sertifikasi untuk mendirikan kissaten dan coffee shop modern di Jepang juga berbeda. Hal ini berakibat kissaten umumnya tidak menawarkan makanan berat dan minuman beralkohol, sementara kafe modern yang mendapatkan izin restoran, bisa menyajikan makanan berat dan minuman beralkohol.

4. Kissaten Menawarkan Berbagai Jenis Olahan Kopi

Coffee shop modern umumnya hanya menyajikan kopi yang diolah menggunakan mesin espresso. Hal ini berbeda dengan kissaten. Kedai kopi tradisional Jepang ini menawarkan kopi dengan berbagai teknik olahan, mulai dari espresso hingga metode siphons.

Jadi, kalau kamu pecinta kopi dan sedang berada di Jepang, sempatkan untuk mengunjungi kissaten. Kamu bisa menikmati beragam olahan kopi sekaligus mengenal teknik penyeduhannya yang unik.

Jangan lupa, bagikan juga artikel ini ke keluarga dan sahabatmu ya! Ikuti juga akun media sosial kami di Instagram, X,  TikTok, Facebook, dan YouTube ITO EN Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai produk unggulan dari ITO EN.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *