Selain gula pasir, makanan dan minuman tradisional Indonesia juga sering menggunakan dua jenis pemanis alami lainnya, yaitu gula aren dan gula merah. Meskipun terlihat mirip, keduanya ternyata memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Perbedaan Gula Aren dan Gula Merah-
Berikut ini adalah beberapa perbedaan gula aren dan gula merah:
1. Bahan utama dan cara pembuatan
Sesuai dengan namanya, gula aren adalah bahan pemanis alami yang terbuat dari nira atau cairan yang keluar dari bunga pohon aren (enau). Nira aren ini kemudian direbus sampai mencapai titik kekentalan tertentu sebelum kemudian dicetak dan didinginkan.
Sementara itu, gula merah umumnya terbuat dari nira kelapa. Karena itu gula merah juga disebut gula kelapa. Nira kelapa direbus selama 4–5 jam pada suhu sekitar 115–120 derajat Celsius. Setelah mengental, nira kemudian dicetak dan dikeringkan.
2. Tekstur dan warna
Gula aren umumnya berwarna coklat gelap dengan tekstur yang agak lembek dan mudah dihancurkan. Karena teksturnya inilah, bahan pemanis alami ini banyak digunakan sebagai bahan minuman tradisional maupun kekinian, seperti kopi aren atau es dawet.
Di sisi lain, gula merah memiliki tekstur yang lebih keras dengan warna cokelat kemerahan yang cenderung lebih terang dibandingkan gula aren. Oleh karena itu, gula merah biasanya perlu diiris atau diparut terlebih dahulu sebelum digunakan.
3. Cita rasa
Perbedaan lainnya terletak pada cita rasa dan aroma. Gula aren memiliki rasa manis yang lebih kuat dengan sentuhan karamel dan aroma yang khas.
Sedangkan gula merah juga manis, tetapi cenderung memiliki rasa yang sedikit gurih dengan aroma yang lebih netral.
4. Kandungan gizi
Kedua bahan pemanis ini secara garis besar memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan gula pasir dengan indeks glikemik untuk gula aren adalah 49 (Sarkar dkk 2023), dan gula merah memiliki indeks glikemik 55 (Healthine). Namun demikian, meskipun memiliki indeks glikemik yang rendah, konsumsi kedua bahan pemanis ini secara berlebihan tetap bisa berdampak pada gangguan metabolisme tubuh, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, sehingga harus dikurangi secara berkala.
5. Penggunaan dalam kuliner
Gula aren sering digunakan sebagai bahan makanan dan minuman yang membutuhkan cita rasa manis yang lebih kuat, seperti kopi aren, es dawet. Sementara itu, gula merah umumnya digunakan untuk membuat makanan yang membutuhkan cita rasa manis-manis agak gurih, seperti klepon atau kue putu.
Berapa Banyak Gula yang Sebaiknya Dikonsumsi dalam Sehari?
Meskipun memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan gula pasir, namun konsumsi kedua bahan pemanis alami ini tetap harus dibatasi paling banyak 50 gram atau 4 kali sendok makan (Alodokter) atau 20% dari kalori intake harian kamu (Healthine). Hal ini khususnya untuk kamu yang menderita diabetes atau tekanan darah tinggi, sebaiknya sumber gula harian difokuskan pada sumber alami, seperti sayur-sayuran atau buah-buahan.
Dengan memahami perbedaan serta batas konsumsinya, kamu bisa lebih bijak dalam memilih dan menggunakan gula dalam keseharian.
Jangan lupa, bagikan juga artikel ini ke keluarga dan sahabatmu yang sedang membangun gaya hidup lebih sehat ya! Ikuti juga akun media sosial kami di Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube ITO EN Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai produk utama dari ITO EN.
