Menurut laporan Deloitte Global 2024, sekitar 40% Gen Z merasa stres sepanjang waktu atau hampir sepanjang waktu. Tingginya tekanan kerja dan sulitnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi beberapa faktor yang paling sering disebut. Di tengah tuntutan untuk selalu terhubung secara digital, kondisi ini dapat meningkatkan risiko burnout pada generasi muda.
Mengapa Gen Z Rentan Burnout Kerja?
Gen Z tumbuh di era keterbukaan informasi digital yang berjalan sangat cepat dan tanpa henti. Menurut sebuah artikel ilmiah dalam Journal of Managerial Psychology, pola kerja jarak jauh membuat batasan antara kehidupan pribadi dan profesional menjadi kabur. Akibatnya, banyak gen Z yang terus-menerus terhubung dengan urusan kantor melalui gawai hingga larut malam.
Selain itu, tekanan untuk selalu produktif dan tampil sempurna di media sosial juga dapat memicu stres berkepanjangan.
Beberapa tanda burnout yang perlu diwaspadai antara lain:
- Mudah lelah meski tidak banyak beraktivitas
- Kehilangan motivasi kerja
- Sulit fokus dan produktivitas menurun
- Merasa sinis atau tidak bersemangat terhadap pekerjaan
Contoh Self Rewards yang Sehat
Apresiasi diri atau self-reward sering kali dijadikan alasan untuk melepas stres setelah bekerja keras. Sebagian orang melakukan self-reward dengan mengonsumsi makanan dan minuman kesukaannya. Namun, kamu harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan yang justru merusak tubuh.
Mengutip penjelasan dari buku berjudul The Mindful Eating Solution oleh Dr. Susan Albers, mengonsumsi makanan manis saat stres hanya akan memberikan lonjakan energi sesaat yang diikuti oleh penurunan stamina yang drastis.
​Sebagai alternatif yang lebih aman, kamu bisa melakukan hal-hal berikut:
- Aktivitas penuh kesadaran (mindfulness) seperti meditasi, berjalan kaki di area terbuka, atau membaca buku favorit.
- Jaga keseimbangan agar tubuh tetap bugar dan pikiran kembali jernih.
- Minum minuman menyegarkan tanpa gula dan pemanis buatan untuk mengembalikan mood dan kebugaran tubuh secara optimal.
Insight: Budaya minum sencha yang terbukti menyehatkan sudah ada selama beratus-ratus tahun. Manfaatnya juga sudah dirasakan masyarakat Jepang untuk menjaga fokus sekaligus menurunkan tingkat stres harian secara alami. Meskipun begitu, karoshi (meninggal karena kelelahan berlebih saat kerja) tetap terjadi. Artinya, kesehatan mental tidak kalah penting dibanding kesehatan fisik. Mental yang sehat akan selalu membuat orang berfikir lebih jernih mengambil keputusan untuk istirahat saat tubuh membutuhkannya, sehingga bisa mencegah karoshi.

Sebagai alternatif praktis untuk menikmati khasiat daun teh hijau utuh ini tanpa repot menyeduh, kamu bisa langsung memilih produk Oi Ocha dari ITO EN yang dibuat dari daun 100% teh impor berkualitas tanpa gula dan pemanis buatan. Rasanya yang segar sangat pas untuk menghidrasi tubuh sekaligus mengembalikan ketenangan pikiranmu dari kepenatan kerja.
Bagaimana? Tertarik mencoba cara relaksasi sehat ala masyarakat Jepang ini? Untuk mendapatkan berbagai informasi seputar teh, gaya hidup sehat, dan budaya Jepang, kamu bisa mengunjungi blog ITO EN Indonesia yang berisi beragam artikel inspiratif dan edukatif.
Jangan lupa juga ikuti akun media sosial ITO EN Indonesia di Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube untuk mendapatkan informasi terbaru seputar produk, promo, serta berbagai tips menarik lainnya. Semoga informasi di atas bermanfaat!
