perempuan membuat matcha

Tren Kafe Jepang di Indonesia: Mengapa Matcha dan Teh Jepang Semakin Populer?

Akhir-akhir ini, kafe asal Jepang semakin mudah dijumpai di kota-kota besar Indonesia. Sejumlah jaringan kafe dari Jepang telah membuka cabang di Jakarta dengan membawa produk, cara penyajian, dan suasana khas negara asalnya. Hal ini menunjukkan tingginya minat konsumen Indonesia terhadap menu sekaligus pengalaman kafe Jepang.

Lantas, mengapa konsep ini mendapat tempat di Indonesia, dan apa hubungannya dengan popularitas matcha?

Ciri Khas dan Daya Tarik Kafe Jepang di Indonesia

Dibandingkan dengan kafe pada umumnya, kafe berkonsep Jepang menawarkan tiga daya tarik utama:

1. Suasana Tenang dan Nyaman

Suasana hangat dan tenang menjadi daya tarik utama dari kafe bernuansa Jepang pada umumnya. Sejumlah tea room membatasi kapasitas pengunjung dan menerapkan reservasi agar ruangan tetap nyaman. Konsep ini sangat cocok untuk me-time, membaca, atau mengobrol tanpa hiruk-pikuk. Interior minimalis dengan kayu, palet warna bumi, dan pencahayaan lembut juga turut memperkuat suasana menjadi lebih menenangkan.

2. Estetika dan Lokasi Foto yang Instagrammable

Elemen ikonik khas kafe ala Jepang salah satunya terlihat dari interiornya. Umumnya, kafe-kafe ini memilih desain interior yang menonjolkan suasana tenang, hangat, dan dekat dengan alam.

Misalnya, penggunaan material kayu dan bambu cukup banyak ditemukan pada bagian lantai, furnitur, hingga dindingnya. Dari segi pintu, ada juga kafe yang menggunakan pintu geser atau shoji, serta noren—kain pembatas ruangan seperti tirai gantung khas Jepang—untuk semakin memperkuat pengalaman dan nuansa Jepang di dalam ruangan.

Kursi dan meja yang digunakan pun biasanya mengambil inspirasi dari gaya tradisional Jepang, seperti meja dan kursi berkaki pendek yang dilengkapi dengan tikar tatami. Tentunya, pencahayaan yang dipilih juga cenderung hangat, sehingga menambah kesan santai dan tenang di dalam kafe.

Dekorasinya juga tidak jauh dari sentuhan Zen. Banyak kafe ala Jepang yang menempatkan bonsai di beberapa sudut ruangan untuk memperkuat kesan asri. Elemen khas lainnya, seperti torii, keramik Jepang, hingga area meja seduh, juga sering menjadi bagian yang menarik perhatian dan sangat pas dijadikan sebagai lokasi berfoto yang Instagrammable.

Tentunya, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z, yang senang membagikan pengalaman mereka dalam bentuk konten di media sosial seperti Instagram dan TikTok.

3. Menu Khas Jepang

Menu autentik yang jarang ditemukan di kafe umum juga menjadi daya tarik, misalnya matcha, genmaicha, hojicha, dorayaki, shokupan, dan Japanese cheesecake. Keunikan rasa dan penyajiannya menghadirkan pengalaman kuliner Jepang tanpa perlu pergi ke sana.

Fakta menarik: Beberapa kafe ala Jepang menyediakan slow bar. Di area ini, peracik teh mengocok matcha dengan chasen di depan pelanggan, sehingga proses penyeduhannya dapat disaksikan sambil bertanya langsung.

Mengapa Matcha Populer di Indonesia?

Di Indonesia, tren kafe Jepang dan matcha adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Tidak ada catatan pasti mengenai waktu matcha pertama kali masuk ke Indonesia. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa matcha mulai dipopulerkan sekitar 2013 melalui kafe modern dan gerai minuman kekinian. DetikFood juga mencatat bahwa tren awalnya berlangsung sekitar 2013–2015, kemudian meredup ketika kreasi kopi lebih mendominasi.

Matcha kembali ramai dalam beberapa tahun terakhir seiring berkembangnya konten kuliner di TikTok dan Instagram. Warna hijaunya mudah dikenali. Selain itu, proses mengocok bubuk matcha menggunakan chasen hingga berbusa juga menghasilkan visual yang menarik saat diposting di media sosial. Lambat laun, matcha berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat generasi muda.

Popularitasnya bertahan karena matcha juga mudah diadaptasi. Rasa pahit dan umaminya dapat dipadukan dengan susu, yogurt, stroberi, cokelat, atau bahan lokal. Kini, matcha hadir sebagai latte, variasi tiramisu, es krim, bahkan jajanan seperti martabak.

Budaya minum teh di Indonesia turut memberikan landasan yang kuat. Survei YouGov menunjukkan bahwa 64% responden Indonesia mengonsumsi teh dan kopi. Sementara itu, teh hijau, termasuk matcha dan sencha, dikonsumsi oleh 43% peminum teh yang disurvei.

Menikmati Teh Jepang dengan Lebih Praktis melalui Produk ITO EN

Untuk menikmati teh Jepang sehari-hari yang lebih praktis, kamu bisa mencoba matcha, sencha, atau teh hijau murni tanpa gula dan pemanis buatan seperti ITO EN Oi Ocha. Selain Oi Ocha, ITO EN juga memiliki berbagai varian teh khas Jepang lainnya, seperti Oolong Tea, Hojicha, Jasmine Green Tea, dan Barley Tea.

Untuk mendapatkan informasi lengkap serta tips menarik lainnya, yuk ikuti terus keseruan seputar budaya dan informasi autentik tentang Jepang lainnya dengan mengikuti akun media sosial resmi ITO EN Indonesia melalui Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube ITO EN Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *