anak muda

Mengapa Blok M Tak Pernah Kehilangan Daya Tariknya bagi Anak Muda?

Blok M merupakan kawasan di Jakarta Selatan yang sejak lama dikenal sebagai tempat berkumpul anak muda. Di dalamnya terdapat pusat perbelanjaan, pertokoan, tempat makan, terminal bus, stasiun MRT, taman, dan ruang pertunjukan musik.

Kawasan ini sudah populer sejak era 1980-an dan 1990-an. Kini, Blok M kembali ramai oleh generasi muda dengan aktivitas yang berbeda.

Dulu, Blok M Menjadi Tempat Mejeng

Pada era 1980-an hingga 1990-an, anak muda datang ke Blok M untuk berjalan-jalan, berbelanja, menonton film, mencari kaset, atau sekadar bertemu teman.

Beberapa tempat yang ramai saat itu adalah Aldiron Plaza, Melawai Plaza, Pasaraya, dan Mal Blok M. Pusat-pusat perbelanjaan tersebut dianggap modern pada masanya sekaligus menjadi tempat untuk mengetahui tren terbaru.

Blok M juga identik dengan budaya “mejeng”. Anak muda berkumpul sambil menunjukkan gaya berpakaian, kendaraan, dan pergaulan mereka. Mereka tidak hanya datang untuk melihat tren, tetapi juga ingin menjadi bagian dari tren tersebut.

Salah satu kegiatan yang terkenal adalah Lintas Melawai. Anak muda berkumpul di sekitar Jalan Melawai untuk nongkrong, melihat kendaraan yang melintas, atau berkeliling menggunakan mobil dan sepeda motor.

Budaya tersebut begitu populer hingga muncul julukan tidak resmi “Blok M: Bakal Lokasi Mejeng”. Julukan itu kemudian digunakan sebagai judul film pada 1990 yang menggambarkan kehidupan remaja di sekitar Blok M.

Blok M Sempat Kehilangan Keramaiannya

Popularitas Blok M mulai menurun ketika pusat perbelanjaan dan kawasan hiburan baru bermunculan di berbagai wilayah Jakarta. Anak muda memiliki semakin banyak pilihan untuk berbelanja dan mencari hiburan.

Meski demikian, Blok M tidak benar-benar mati. Terminal Blok M tetap menjadi titik transportasi penting, sementara Melawai masih dikenal dengan pertokoan dan deretan restoran Jepang.

Kawasan ini kemudian kembali hidup setelah hadirnya stasiun MRT, ruang publik, kafe, tempat makan, dan ruang kreatif baru. Blok M pun menyesuaikan diri dengan gaya hidup generasi sekarang.

Sekarang, Apa yang Dilakukan Anak Muda di Blok M?

Sumber: Kompas

1. Berburu Kuliner

Kuliner menjadi salah satu alasan utama anak muda datang ke Blok M. Pilihannya beragam, mulai dari jajanan kaki lima dan kedai lama hingga kafe serta gerai makanan yang viral di media sosial.

Di Melawai juga terdapat Little Tokyo, area yang dikenal dengan deretan restoran Jepang. Pengunjung dapat menemukan ramen, sushi, yakiniku, hingga izakaya.

Setelah puas menikmati kuliner, ITO EN Oi Ocha bisa menjadi pilihan minuman yang pas untuk melengkapi pengalaman tersebut. Teh hijau autentik Jepang ini memiliki rasa yang menyegarkan tanpa tambahan gula dan pemanis buatan. Minuman ini cocok untuk anak muda yang tetap ingin menikmati makanan favorit sambil mulai membangun kebiasaan hidup lebih sehat, misalnya dengan mengurangi konsumsi minuman manis. Minuman ini tersedia di Papaya Fresh Gallery, Family Mart, Lawson, Alfa Express, Mako, Farmers dan BBS.

2. Nongkrong dan Mengikuti Acara

Anak muda sekarang dapat mengobrol, mengerjakan tugas, atau bekerja dari berbagai kafe di sekitar Blok M.

Mereka juga bisa mengunjungi M Bloc Space untuk menonton pertunjukan musik, melihat pameran, mengikuti bazar, atau menghadiri acara komunitas.

Selain itu, terdapat Taman Literasi Martha Christina Tiahahu yang menyediakan ruang membaca, tempat duduk, amfiteater, kedai, dan area terbuka. Pengunjung dapat membaca, bekerja, berbincang, atau sekadar menikmati suasana.

3. Membuat Konten untuk Media Sosial

Banyak anak muda datang untuk memotret makanan, merekam suasana, dan membagikan rekomendasi melalui Instagram atau TikTok.

Kebiasaan ini sebenarnya mirip dengan budaya mejeng pada masa lalu. Dahulu, anak muda datang agar dapat melihat dan dilihat oleh orang-orang di Blok M. Sekarang, mereka membagikan pengalamannya kepada lebih banyak orang melalui media sosial.

Meskipun aktivitasnya berubah, fungsi Blok M tetap sama: menjadi tempat anak muda bertemu, mengikuti tren, menikmati hiburan, dan mengekspresikan diri. Hal inilah yang membuat Blok M tetap eksis sebagai ruang milik anak muda dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *