idol Jepang

Genre Musik Jepang yang Populer: Dari Pop, Rock, sampai City Pop

Saat ini, musik Jepang (J-Music), dikenal sebagai salah satu pasar musik terbesar di dunia dengan penggemar loyal secara global. Kemampuannya beradaptasi dengan tren tanpa kehilangan identitas budaya membuat J-Music tetap relevan hingga sekarang.

Sejarah Singkat Perkembangan Musik di Jepang

Perkembangan musik modern di Jepang dimulai sejak era restorasi Meiji ketika musik Barat mulai diperkenalkan ke sekolah-sekolah di Jepang. Mengutip dari buku berjudul A History of Popular Music in Japan oleh Mitsui Toru, pada masa awal ini masyarakat Jepang mulai memadukan melodi tradisional dengan struktur musik diatonis Barat yang kemudian melahirkan genre awal bernama ryukoka.

Pasca Perang Dunia II, pengaruh musik Amerika Serikat semakin kuat dengan masuknya genre jazz dan rock and roll ke telinga anak muda Jepang. Transformasi besar terjadi pada tahun 1970-an saat teknologi rekaman mulai maju dan melahirkan musisi-musisi yang lebih bereksperimen dengan alat musik elektronik. Hal ini menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai genre modern yang kita kenal saat ini seperti J-pop dan city pop.

Ragam Genre Musik yang Populer di Jepang

Seiring perkembangannya, musik Jepang melahirkan berbagai genre dengan ciri khas masing-masing, di antaranya seperti:

1. Enka

Melansir dari situs Japan House London, lagu-lagu enka mencerminkan nostalgia masyarakat terhadap nilai-nilai lama Jepang di tengah modernisasi yang cepat. Merupakan genre musik tradisional modern yang sering disebut sebagai lagu balada Jepang karena penuh dengan ekspresi kesedihan atau kerinduan. Gaya bernyanyi enka sangat unik dengan teknik vibrato yang kuat dan biasanya diiringi oleh instrumen modern maupun tradisional.

2. City Pop

City pop adalah genre yang merepresentasikan gaya hidup perkotaan Jepang pada era ekonomi melonjak di tahun 1980-an. Merujuk pada penjelasan dari Pitchfork, musik ini menawarkan perpaduan estetika retro dengan pengaruh jazz fusion dan boogie yang memberikan nuansa musim panas yang segar. Musik ini memiliki nuansa santai dengan pengaruh funk, jazz, dan disco yang kembali populer di kalangan pendengar muda global saat ini.

3. J-Pop

Mengutip dari artikel di laman Rolling Stone, genre ini berkembang pesat melalui integrasi dengan industri hiburan yang lebih luas seperti anime dan drama televisi.

Biasanya, musik J-Pop memiliki beberapa ciri-ciri berikut ini:

  • Dominan di industri musik Jepang dan rutin mengisi tangga lagu nasional.
  • Dekat dengan budaya pop Jepang, terutama anime, drama TV, dan idol culture.
  • Melodi catchy dan mudah diingat, dibuat agar cepat dikenal dan dinyanyikan ulang.
  • Gaya musiknya biasanya memadukan pop, rock, elektronik, R&B, dan pengaruh Barat.

4. J-Rock

Berdasarkan ulasan dari situs musik AllMusic, rock Jepang berhasil menciptakan identitas unik yang membedakannya dari gaya rock Barat melalui eksperimentasi genre yang sangat bebas. Genre rock di Jepang memiliki ciri khas pada permainan gitar yang teknikal dan pengaruh gaya visual yang kuat seperti pada subkultur visual kei. Musisi J-rock juga biasanya sering menggabungkan elemen punk atau metal dengan lirik yang puitis dan emosional.

Tower Shibuya

Sumber gambar: towershibuya.jp

Fun Fact: Jepang memiliki toko CD terbesar di dunia yang masih beroperasi hingga saat ini di wilayah Shibuya. Selain CD, pasar piringan hitam (vinyl) cukup besar di Jepang. Kecintaan masyarakat Jepang terhadap rilisan fisik (CD dan piringan hitam) ini membuktikan betapa besarnya apresiasi mereka terhadap karya seni musik.”

Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak informasi menarik seputar gaya hidup dan budaya Jepang, kunjungi halaman blog kami dan bagikan artikel ini ke keluarga dan sahabat! Ikuti juga akun sosial media kami di Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube ITO EN Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai produk unggulan dari ITO EN.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *