istockphoto

Musim Gugur Akan Tiba, Ini 5 Kuliner Khas Jepang yang Pas untuk Kamu Coba

September merupakan bulan yang cukup istimewa bagi masyarakat Jepang. Selain dikenal sebagai awal musim gugur, bulan September juga menjadi musim panen terakhir dalam satu tahun.

Di musim gugur, biasanya ada beberapa kuliner khas yang disajikan di atas meja makan sebagai menu makanan masyarakat Jepang. Kuliner ini disebut khas karena biasanya jarang dijumpai di musim lain. Apa sajakah itu? Berikut 5 kuliner khas Jepang yang bisa kamu coba saat musim gugur.

1. Jamur Matsutake

fispol.com

Jamur Matsutake sering disebut sebagai “Raja Makanan Musim Gugur” di Jepang. Julukan ini bukan datang tanpa alasan. Aroma yang harum dan rasa yang kaya membuat jamur matsutake menjadi hidangan yang sangat dinantikan.

Jamur Matsutake sendiri tidak dapat dibudidayakan secara artifisial. Satu-satunya cara untuk mendapatkannya adalah dengan mencarinya dan memanennya dari alam. Tidak heran, jamur ini sangat langka dan dibanderol dengan harga selangit. Kamu bisa menikmati jamur ini dengan cara dipanggang, dicampur dengan nasi atau dicampur ke dalam sup untuk merasakan cita rasanya yang unik.

2. Anggur Jepang

shufoo.net

Bulan September di Jepang ditandai dengan musimnya beberapa buah-buahan khas awal musim gugur, dan salah satu yang terkenal adalah anggur Jepang. Beberapa varietas anggur populer di Jepang adalah anggur hitam/merah seperti Kyoho, Pione dan anggur hijau seperti Shine Muscat. Bila anggur hitam Kyoho terkenal rasanya yang manis dengan sedikit rasa asam, buahnya yang besar serta warna kulit hitam keunguan yang mudah lepas dari daging buahnya, sehingga kerap disebut pula sebagai ‘Budo no Osama’ (rajanya buah anggur), maka Shine Muscat yang sekarang juga populer di beberapa supermarket Indonesia ini adalah anggur hijau dengan aroma wangi yang khas, kulit hijau kinclong yang tipis, daging buah keras dan kenyal sehingga saat dikunyah bersama kulitnya menimbulkan sensasi unik di dalam mulut, disertai rasa manis yang pas tanpa atau dengan sedikit rasa asam. Pione sendiri adalah anggur merah hasil kawin silang Kyoho dan Muscat Jepang di tahun 1957, dengan ciri-ciri sebesar Kyoho namun aromanya mirip wangi Muscat.

Baca Juga  Apakah Ibu Hamil Boleh Minum Teh? Intip Faktanya, Yuk!

Daerah penghasil anggur Jepang yang terkenal adalah Yamanashi, Nagano, Yamagata dan Okayama. Di bulan ini, di Jepang kalian bisa melakukan aktifitas yang disebut ‘Budo gari’ yang berarti ‘Berburu Anggur’. Ya, ini adalah kegiatan memetik anggur sebanyak-banyaknya, asalkan anggur yang kalian petik dimakan habis yah.

3. Chestnut

shufoo.net

Chestnut atau yang dikenal dalam bahasa Jepang dengan sebutan Kuri juga buah yang muncul di bulan September. Kulit luar buah ini berduri panjang, jadi hati-hati saat memegangnya karena bisa melukai jari kalian. Biasanya orang Jepang makan buah kuri ini dengan disangrai lalu dimakan langsung sebagai makanan ringan (dikenal dengan sebutan ‘Yakiguri’) atau ditanak/dicampur dengan nasi yang disebut ‘Kurigohan’. Kuri kaya akan kandungan kalium, asam folat dan serat.

Bau aroma panggang yakiguri yang khas di daerah-daerah keramaian di Jepang seakan-akan menjadi ciri khas tahunan untuk sebuah awal musim gugur. Bila saat itu kalian berada di Jepang, jangan lupa kalian coba cicipi nikmatnya snack yang tinggi gizi ini.

4. Sanma

we-xpats.com

Ikan sanma atau pacific saury merupakan jenis ikan yang sangat ditunggu-tunggu saat musim gugur di Jepang. Sajian klasik paling ikonik dari ikan sanma adalah sanma no shioyaki. Untuk membuatnya, kamu cukup memanggang ikan ini di atas api, kemudian sajikan dengan lobak Jepang (daikon), lemon, dan garam.

Ikan berbentuk panjang agak pipih ini memiliki tekstur daging yang lembut, berlemak dan memiliki rasa manis yang khas. Karena tekstur dan cita rasa inilah, banyak orang yang menyukainya. Ikan ini memiliki kandungan EPA, DHA, kalsium, vitamin D serta heme (penyusun hemoglobin dalam darah) yang tinggi.

Baca Juga  Mengenal Koinobori, Ikonnya Kodomo no Hi

5. Shinmai

we-xpats.com

Shinmai adalah beras pertama yang baru saja dipanen di musim gugur pada tahun tersebut. Rasanya dianggap berbeda dari beras yang dipanen di tahun sebelumnya. Shinmai memiliki kelembutan dan kelembaban yang unik, serta rasa yang lebih manis. Karena shinmai diproses dan dijual pada tahun yang sama saat panen, kamu hanya bisa menikmati beras ini dari bulan September hingga Desember.

Di Jepang, musim gugur memang menjadi musim panen beras dalam satu tahun. Namun justru karena itu jugalah, berbagai kuliner lezat berbahan shinmai ini banyak disajikan.

Jadi, sesudah baca sampai di sini, saat kalian berkunjung ke Jepang di bulan September, pastikan untuk mencoba kelima makanan khas di atas yah. Tapi dari kelima kuliner di atas, mana yang paling menarik buat kamu?

Terakhir, kalian pasti banyak melihat produk-produk teh hijau saat jalan-jalan di Jepang, salah satunya adalah ITO EN, perusahaan teh hijau nomor 1 di Jepang. Jangan sampai lupa untuk mencoba berbagai macam teh-teh ITO EN di sana. Setelah kembali dari Jepang ke tanah air, coba bandingkan rasanya dengan produk ITO EN yang dijual di Indonesia. Kalian suka yang mana? Semoga kalian suka semuanya yah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *