Memasuki awal tahun 2025, matcha kembali menjadi minuman trending. Bukan hanya di Indonesia, namun kali ini tren ini serentak terjadi hampir merata di seluruh dunia. Tren kali ini disinyalir muncul seiringan dengan meningkatnya kesadaran hidup lebih sehat di kalangan Gen Z sedunia, dipercepat sehingga viral berkat kemajuan teknologi media sosial seperti TikTok, Instagram dan X. Penyebab lain adalah meningkatnya jumlah turis asing di Jepang, di mana diduga tidak sedikit dari turis-turis asing tersebut baru pertama kali menikmati lezatnya produk-produk matcha saat berada di Jepang. Hal ini tidak saja menyebabkan permintaan matcha untuk produk-produk tersebut meningkat di dalam negeri (Jepang), namun juga meningkatnya pecinta matcha yang baru, setelah mereka kembali ke negara asal mereka.
Booming-nya matcha kali ini berbeda dengan booming-booming yang pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya. Kali ini, saking besarnya permintaan dunia terhadap matcha, terutama matcha dengan grade tinggi seperti ceremonial grade, ini menyebabkan Jepang kesulitan memenuhi permintaan suplai matcha. Beberapa peraturan baru diberlakukan terhadap turis-turis asing di Jepang dengan cara membatasi pembelian matcha bubuk per orangnya, namun rupanya kebijakan ini tidak banyak membantu mengatasi situasi ini.
Di saat situasi FOMO matcha di tingkat global ini terjadi, kita sebaiknya bersikap lebih tenang, tidak panik, apalagi tidak ikut-ikutan memborong matcha yang semakin langka ini. Apakah tidak ada alternatif lain? Berita bagusnya, ada! Ada beberapa teh Jepang lainnya yang masih belum banyak diketahui banyak orang tetapi memiliki rasa yang tidak kalah unik dan menarik dengan matcha. Salah satunya adalah genmaicha. Kesamaan matcha dan genmaicha: sama-sama teh hijau. berasal dari tanaman teh yang sama, yakni Camellia sinensis.
[irp posts=”5555″ ]
Ibarat pepatah: tidak ada rotan, akarpun jadi, maka dalam pembahasan kali ini, topik kita adalah: tidak ada matcha, genmaicha-pun jadi.
Apa Itu Genmaicha?
Genmaicha adalah minuman teh hijau dari Jepang yang dibuat dari campuran daun teh hijau (biasanya sencha) dan beras cokelat yang dipanggang. Perbandingan campuran ini bisa bervariasi, namun umumnya seimbang, sekitar 50:50.
Menurut catatan sejarah, campuran antara teh hijau dan beras panggang ini muncul sebagai cara untuk membuat teh lebih terjangkau oleh masyarakat luas, dan tradisi ini diteruskan dari generasi ke generasi, khususnya oleh masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi di Jepang.
Kini, genmaicha telah menjadi salah satu jenis teh hijau yang terkenal di Jepang untuk semua kalangan, dari kalangan bawah sampai atas. Hanya saja, di luar Jepang popularitas genmaicha memang tidak sebesar popularitas matcha. Di luar Jepang, genmaicha hanya dikenal di kalangan pecinta teh Jepang dan mungkin juga di kalangan para pecinta budaya Jepang (termasuk fans anime, weeaboo, cosplay Jepang). Karena alasan inilah, kami perlu memperkenalkan genmaicha lebih luas terutama ke penikmat minuman teh dan penikmat minuman beraroma panggang (seperti kopi) di Indonesia.
Cara Menyeduh Genmaicha
Pada umumnya, genmaicha dijual di Jepang dalam bentuk daun teh hijau kering yang bercampur dengan buliran beras cokelat panggang. Dengan bahan seperti ini, kamu bisa menyeduh Genmaicha dengan air panas (mendidih), untuk mendapatkan minuman hangat.
Kamu akan menikmati paduan aroma gurih panggang khas beras cokelat panggang dan rasa pahit gurih dari teh hijau (sencha). Karena dicampur dengan beras cokelat, yang mengurangi jumlah teh hijau, maka genmaicha memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan dengan sencha dan matcha. Jangan lupa kamu perlu menyiapkan saringan, teko teh dengan saringan atau teko tradisional Jepang yang disebut kyusu (急須), untuk menyaring daun teh dan beras panggang terseduh.
Hadirnya Bubuk Genmaicha: Penggunaan Lebih Luas.
Ternyata genmaicha sekarang sudah ada dan dijual dalam bentuk bubuk (bubuk Genmaicha atau genmaicha powder).
[irp posts=”7030″ ]
Bahan baku dasar matcha – daun teh hijau hasil shading selama beberapa minggu sebelum dipetik – bila tidak digerus melainkan dilinting, dikeringkan menjadi daun teh, ini disebut gyokuro (salah satu jenis tertinggi teh hijau). Gyokuro penggunaannya terbatas hanya diseduh dengan air panas atau air dingin (untuk proses cold-brewing). Namun, daun teh yang sama, setelah digerus dan menjadi bubuk yang kita kenal dengan nama matcha, penggunaan bubuk matcha ini menjadi lebih luas: mulai dari minuman dicampur susu (matcha latte), minuman yoghurt matcha, es krim matcha sampai kue/roti matcha.
Hal yang sama juga terjadi pada genmaicha. Setelah genmaicha digerus menjadi bubuk genmaicha, maka ini membuka peluang baru untuk penggunaan lain, mulai dari hot/cold ocha drink (cukup dicampur dengan air saja), genmaicha latte (campur susu), minuman yoghurt genmaicha, es krim genmaicha sampai ke kue/roti berbahan genmaicha.
Perbedaan terbesar matcha vs genmaicha dari segi aplikasi ini adalah, di Jepang bubuk matcha pada umumnya TIDAK dicampur dengan air saja untuk kemudian disajikan sebagai minuman, kecuali pada saat upacara minum teh Sado (茶道) atau Chanoyu(茶の湯) , di mana bubuk matcha yang digunakan juga bukan sembarangan matcha, hanya matcha dengan grade tertinggi, dikenal dengan sebutan matcha ceremonial grade.
Sedangkan bubuk genmaicha bisa dicampur air (panas maupun dingin) untuk disajikan sebagai minuman teh hijau, biasanya digunakan oleh restoran cepat saji di Jepang karena lebih cepat dan praktis (tanpa harus menyaring daun teh).
Jadi, kesimpulannya, untuk minuman:
| matcha + air = ❌ | genmaicha + air = ✅ |
| matcha + susu = ✅ | genmaicha + susu =✅ |
Bagi kalian yang pernah ke Jepang, atau pernah tinggal di Jepang, pasti paham akan hal ini dan sudah pernah merasakan nikmatnya hot/cold ocha drink yang dibuat menggunakan bubuk genmaicha. Bagi yang belum pernah ke Jepang, kami doakan agar impian kalian untuk jalan-jalan ke Jepang segera terkabul. Yang penting: Keep Calm and Keep Drinking Your Green Tea. Matcha? Boleh. Matcha habis, genmaicha pun boleh!
Selain di website ITO EN, kami juga selalu update informasi menarik di berbagai platform media sosial seperti Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube. Jangan lupa follow dan subscribe, ya!
