kumis kucing

Manfaat Teh Kumis Kucing untuk Kesehatan Ginjal dan Tubuh

Tidak hanya sekedar menjadi tanaman hias, kumis kucing juga sering menjadi bahan obat tradisional untuk berbagai penyakit, seperti rematik, diabetes, hingga batu ginjal (nefrolitiasis) dan batu empedu (gallstone). Selengkapnya, yuk simak beberapa manfaat teh yang terbuat dari tanaman ini untuk tubuh kamu:

1. Membantu Menjaga Kesehatan Ginjal

Riset menunjukkan bahwa konsumsi kumis kucing dapat meningkatkan jumlah cairan yang dibuang oleh tubuh alias memiliki fungsi diuretik (Olah dkk, 2002 ; Amir dkk, 2012). Dalam hal ini, tubuh juga akan membuang sodium atau garam dari dalam ginjal. Akibatnya, ginjal dapat bekerja dengan lebih ringan dan penumpukan sodium dalam organ ini tidak menyebabkan batu ginjal.

2. Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah

Manfaat lain dari konsumsi kumis kucing adalah untuk membantu mengurangi risiko diabetes. Dilansir dari Ahda dkk (2023), tanaman ini mengandung berbagai senyawa yang dapat memperlambat proses pemecahan karbohidrat menjadi gula (α-glucosidase), sehingga kadar gula dalam darah kamu tidak naik tajam setelah makan. Namun demikian, peneliti menyarankan untuk mengkonsumsi tanaman ini bersama tanaman herbal lain yang memiliki properti antidiabetes lain yang saling melengkapi.

Fun fact: Selain dengan nama latinnya, tanaman kumis kucing juga memiliki banyak nama lain, seperti misai kucing di Malaysia, remujung di Jawa Tengah dan Timur, songot koceng di Madura, dan cats’ whiskers atau Java tea di berbagai belahan dunia lainnya.

3. Berpotensi Membantu Menjaga Tekanan Darah

Orthosiphon stamineus juga memiliki senyawa yang disebut dengan Methylripariochromene A. Riset dari Matsubara dkk (1999) menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki properti untuk menangani hipertensi, seperti mengurangi tekanan darah sistolik, dan penurunan signifikan pada denyut jantung. Selain itu, sebagaimana yang telah dibahas di atas, ekstrak tanaman ini juga mendorong pembuangan sodium dari dalam tubuh yang mana hal ini juga berkaitan dengan kesehatan jantung dan tekanan darah (Amir dkk, 2012).

4. Membantu Mengurangi Minyak Berlebih pada Kulit

Tidak hanya bermanfaat untuk organ dalam tubuh, riset dari Vogelgesang dkk (2011) juga menemukan bahwa penggunaan ekstrak daun kumis kucing juga dapat membantu mengatasi kulit berminyak. Dalam riset tersebut dijelaskan bahwa setelah menggunakan ekstrak daun ini sebanyak 2 kali sehari dalam waktu 28 hari, kadar minyak di wajah responden penelitian ini bisa turun hingga 25%. Selain itu, responden juga mengaku bahwa wajah mereka tampak lebih cerah dan terlihat lebih seimbang.

Nah, itulah beberapa manfaat teh kumis kucing yang telah diteliti dalam berbagai studi. Jika kamu tertarik mempelajari minuman herbal lainnya, ITO EN juga telah membahas berbagai jenis teh herbal populer, seperti teh chamomile, teh jahe, dan masih banyak lagi.

Akhir kata, jangan lupa juga ikuti akun media sosial ITO-EN Indonesia di Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube untuk mendapatkan informasi terbaru seputar produk, promo, serta berbagai tips menarik lainnya. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Frequently Asked Questions (FAQs)

1. Apa jenis teh herbal yang populer di Indonesia?

Teh herbal paling populer di Indonesia adalah teh jahe. Cara buatnya sederhana, yaitu cukup seduh air dan daun teh, lalu masukkan jahe dan tunggu sampai rasanya meresap

2. Rekomendasi teh herbal yang cocok untuk kesehatan pencernaan

Teh hangat secara umum memiliki efek relaksasi. Namun untuk mengatasi perut begah atau masuk angin, teh jahe adalah pilihan terbaik

3. Contoh jenis teh yang tidak mengandung kafein

Teh bunga kamomil, teh barley, teh jahe adalah beberapa jenis teh yang tidak mengandung kafein.  Hal ini karena minuman ini bukan berasal dari daun teh asli, melainkan dari seduhan bunga kamomil.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *