Jakarta– Ribuan fans anime menghadiri acara Mela Mela Festival di area Piazza Gandaria City pada akhir Mei 2026 lalu. Mengusung konsep lebih dari anime, festival ini mendorong interaksi langsung antara pelaku industri kreatif Jepang dan pelaku industri sekaligus komunitas pecinta anime di Indonesia.
Mela Mela Festival sendiri merupakan acara tahunan yang pada awalnya diselenggarakan oleh Pemerintah Jepang dan India, sebelum akhirnya berekspansi ke Indonesia dan Jakarta pada tahun 2024 lalu. Dalam acara ini, fans dapat mengikuti berbagai kegiatan, seperti screening film, workshop terkait anime, bertemu dengan karakter manga dan anime khas Jepang secara langsung, sampai menikmati berbagai aksi penampilan dari penyanyi-penyanyi Jepang kenamaan.
Berdasarkan press release, event ini didukung penuh oleh Pemerintah Indonesia melalui sektor Ekonomi Kreatif (EKRAF) serta memperoleh dukungan dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia dan sejumlah instansi pemerintah Jepang terkait yakni JNTO (Japan National Tourism Organization), The Japan Foundation (JF), dan JETRO (Japan External Trade Organization).
Pada tahun 2026 sendiri, penyelenggara mengundang sejumlah nama besar di Jepang untuk meramaikan acara ini, seperti Yoko Ishida, Shiritsu Ebisu Chugaku, Daruma Rollin, Shiena Nishizawa dan masih banyak lainnya. Festival ini juga “mengajak” berbagai IP Jepang, seperti Chibi Maruko-chan, Phantom Baby, Kikipuppup, Ultraman Omega dan Ultraman Tiga untuk berinteraksi dengan fans mereka di Indonesia.
Adapun film yang ditayangkan di acara ini termasuk film berbayar dan gratis. Fans bisa menyaksikan film-film anime terbaik seperti Amazing Dino World 2, Make A Girl dan Pokemon Horizon: Season 3 secara gratis. Tapi, untuk film-film lainnya, seperti 5 Centimeter per Second (anime dan live action), Doraemon The Movie: Nobita’s Art World Tales dan Crayon Shin-chan the Movie: Super Hot! The Spicy Kasukabe Dancers, fans harus membayar sekitar Rp30.000 per film.
Hal yang tak kalah seru lagi dari acara ini adalah fans bisa secara langsung mendukung dan berfoto dengan para cosplayer yang mewakili daerahnya dalam ajang Indonesia Cosplay Grand Prix (ICGP) final yang diselenggarakan di hari dan tempat yang sama. Pemenang dari kompetisi ini akan mewakili Indonesia dalam ajang World Cosplay Summit (WCS) yang akan diselenggarakan pada tanggal 31 Juli 2026 di Nagoya, Jepang.
Selain bertujuan untuk mempererat interaksi antara pelaku industri kreatif di Jepang dan para fans anime di Indonesia, acara ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan bisnis antara pelaku industri kreatif Jepang dan Indonesia. Dalam sebuah wawancaranya dengan Kaguya TV, penyelenggara acara ini menilai bahwasanya Indonesia memiliki potensi yang besar untuk industri kreatif Jepang karena jumlah generasi mudanya yang sangat besar. Mereka juga menilai bahwasanya anime mampu membawa pesan perdamaian untuk dunia, sehingga bulan Mei 2026 dinilai sebagai waktu yang tepat untuk menyelenggarakan acara ini.
Meskipun baru diselenggarakan sebanyak 3 kali di dunia, Mela Mela Festival sudah menjadi acara yang mungkin bisa jadi pilihan untuk mengobati rasa rindu dari para penikmat anime dan cosplay di seluruh dunia termasuk di Indonesia selain Comic-con.
