Trend matcha Jepang, terutama matcha ceremonial grade, masih berlangsung sejak awal 2025 sampai Agustus 2025 (waktu di mana artikel ini ditulis).
Menurut berita-berita lokal Jepang, tahun ini banyak di antara para turis asing yang mengunjungi Jepang yang membeli produk-produk matcha seperti matcha latte, matcha ice cream, matcha chocolate dan lain-lain. Ini meningkatkan konsumsi matcha di Jepang oleh turis orang-orang asing. Tidak hanya itu, ternyata para turis asing ini membeli matcha powder sebagai oleh-oleh, dan mungkin sebagian dari mereka juga melakukan ‘jastip’ (jasa titip). Untuk mengurangi potensi ‘jastip’ ini, beberapa bulan lalu di banyak toko yang menjual matcha powder ke turis asing, sudah diberlakukan sistem kuota (1 orang turis dibatasi pembelian maksimalnya).
Fenomena turis-turis asing yang sedang antri panjang di toko-toko matcha (dan/atau produk-produk matcha) menjadi fenomena yang cukup sering dijumpai di Jepang sekarang, terutama di kota-kota yang terkenal sebagai penghasil matcha seperti Kyoto. Seorang wartawan berita lokal Jepang mencoba mewawancarai turis-turis bule yang sedang antri dan berikut adalah beberapa komentar dari mereka:
- “Tiap hari aku memang minum matcha, karena bagus buat kesehatan.”
- “Teman saya suka matcha, makanya saya membelinya buat oleh-oleh.”
- “Matcha yang dijual di Jepang murah yah, di Amerika sedikit lebih mahal.”
- “Memang rasanya enak yah. Kalau aku sih pagi minum kopi buat nambah energi, tetapi sore minum matcha dan ini bisa mempertahankan energi.”
- “Wah, harga matcha di London bisa 2 kali lebih mahal daripada matcha di sini. Di London, teman-teman sekolah semua suka matcha, kami bisa hangout bersama selepas kuliah di kafe.”
- “Saya tiap hari minum matcha dan coba berbagai jenis matcha seperti dari Uji, Shizuoka, Kyushu, Aichi. Rasanya ternyata berbeda-beda yah.”
Stok Cepat Habis, Harga Ikut Melonjak
Matcha bubuk yang dijual ada yang dikemas dalam kemasan aluminum, ada juga dalam kemasan kaleng kecil. Menurut salah satu toko di kota Kyoto, produk-produk matcha tersebut laku terjual mulai dari yang paling mahal dulu (paling cepat laku), dan rata-rata mereka terjual habis dalam kurun waktu kurang dari 1 jam. Bahkan rekor penjualan tercepat 1 hari toko tersebut adalah kurang dari 20 menit sudah habis stoknya pada hari itu. Kondisi lonjakan permintaan matcha ini telah menyebabkan harga matcha yang dijual di toko tersebut naik 60% lebih mahal daripada tahun lalu.
Matcha dan Teh Hijau Berasal dari Tanaman yang Sama
Kenaikan harga ini tidak terjadi pada matcha saja, melainkan juga pada harga teh hijau. Inilah penjelasannya. Sebelumnya, tahukah kalian bahwa matcha, teh hijau, teh oolong, teh hitam itu semua berasal dari tanaman yang sama, Camellia sinensis?
[irp posts=”7071″ ]
Untuk memenuhi melonjaknya permintaan matcha dari berbagai negara dunia, mulai banyak para petani Jepang mengubah sebagian besar ladang teh mereka, dari yang untuk menghasilkan sencha (atau ryokucha, 2 istilah yang memiliki arti yang sama, yaitu daun teh hijau kering siap seduh) menjadi ladang yang menghasilkan tencha (= bahan baku matcha). Akibatnya, hasil produksi sencha tahun 2025 di Jepang menjadi menurun, sehingga harga sencha menjadi ikutan naik bahkan mencapai 50-60% di beberapa tempat. Bila kondisi ini terus berlanjut, ini disinyalir akan memengaruhi pola konsumsi teh hijau itu sendiri di kalangan masyarakat Jepang.
Tantangan Pasokan Global
Negara produsen matcha lain seperti Tiongkok dan Vietnam diharapkan bisa membantu menyeimbangkan pasokan. Namun, sejauh ini permintaan matcha Jepang tetap tinggi, bahkan setelah harga melonjak.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa daya tarik matcha, terutama matcha ceremonial grade dari Jepang, telah menjadi tren global yang sulit dibendung. Sampai kapan tren ini berlangsung? Kita belum tahu.
Untuk update perkembangan tren matcha, terus kunjungi website resmi ITO EN Indonesia dan ikuti akun media sosial kami di Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube. Jangan lupa follow dan subscribe, ya!
Sumber Berita:
https://news.tv-asahi.co.jp/news_economy/articles/900170385.html
