Camellia sinensis adalah tanaman yang menghasilkan berbagai jenis teh, mulai dari teh hijau, teh hitam, hingga matcha ceremonial grade
Teh dalam definisi luas, ada 2 arti. Arti pertama adalah teh sejati (real tea), yaitu mengacu ke minuman seduhan dari daun teh yang berasal dari tanaman teh yang dikenal dengan nama Camellia sinensis. Arti kedua adalah mengacu ke SEMUA minuman seduhan termasuk minuman di luar seduhan daun teh, misalnya teh barley, rooibos, bunga krisan, bunga kamomil (chamomille), rosella, sereh, jahe. Di Jawa ada istilah khusus untuk membedakan 2 definisi di atas, yaitu ‘wedang’ untuk minuman seduhan di luar daun teh. Kali ini yang kita akan bahas di artikel ini adalah teh dalam arti yang pertama.
Minuman teh adalah minuman yang telah dikonsumsi selama ribuan tahun di berbagai belahan dunia. Menariknya, meskipun terdapat banyak jenis teh dengan rasa, warna, dan aroma yang berbeda, semuanya berasal dari satu tanaman yang sama: Camellia sinensis.

Sumber gambar: Greeners.co
Tanaman teh ini merupakan spesies semak hijau abadi yang berasal dari Asia Timur, khususnya wilayah Cina, India, dan sekitarnya. Keunikan Camellia sinensis terletak pada kemampuannya menghasilkan beragam jenis teh— termasuk teh hijau, oolong, hitam, bahkan produk-produk turunannya dalam bentuk bubuk seperti matcha, konacha—semuanya tergantung pada cara pengolahan daun teh setelah dipetik.
1. Teh Hijau (Green Tea)

Teh hijau dibuat dari daun Camellia sinensis yang hanya sedikit mengalami oksidasi. Setelah dipetik, daun segera dipanaskan melalui proses penguapan (di Jepang) atau disangrai (di Tiongkok) untuk menghentikan oksidasi enzimatis. Hal ini mempertahankan warna hijau daun dan menghasilkan rasa segar serta ringan.
Variasi teh hijau sendiri cukup banyak, dan bisa dijabarkan sebagai berikut:
- ada proses lanjutan: contohnya hojicha (roasted green tea) di mana daun teh hijau dipanggang untuk menghasilkan aroma wangi khas.
- dicampuri bahan alami lain, yang terkenal misalnya: teh hijau melati (teh hijau menyerap aroma bunga melati), genmaicha (teh hijau dicampuri beras panggang), teh hijau sereh – minuman teh hijau dalam kemasan botol varian baru dari ITO EN yang baru muncul di Jepang di tahun 2025.
- digerus menjadi bubuk teh hijau. Bubuk teh hijau yang paling terkenal adalah matcha. Teh hijau yang digunakan bukan teh hijau biasa, namun teh hijau yang disebut tencha, di mana tanaman Camellia sinensis ditutupi dari sinar matahari beberapa minggu sebelum panen. Hal ini meningkatkan produksi klorofil dan juga asam amino L-theanine, sehingga daun menjadi lebih hijau dan kaya nutrisi. Setelah dipetik, daun dikeringkan bagian tangkai dan tulang daunnya diambil, untuk kemudian digiling menjadi bubuk halus. Saat dikonsumsi, seluruh daun teh dilarutkan, bukan hanya diseduh, sehingga kandungan nutrisi matcha jauh lebih tinggi dibanding teh hijau biasa. Selain matcha, ada juga konacha, yang secara harafiah berarti ‘bubuk teh’. Dulu konacha berawal dari produk samping dari pabrik teh hijau. Mengapa demikian? Karena bahan baku konacha adalah serpihan sisa-sisa daun teh yang muncul di sepanjang proses produksi teh. Serpihan-serpihan ini dikumpulkan dan digiling menjadi daun teh. Dari segi rasa, warna, aroma, tentu saja kalah jauh dibandingkan bubuk matcha yang grade paling rendah sekalipun (yang dikenal dengan sebutan culinary grade). Karena harganya yang murah, konacha banyak digunakan di kedai-kedai sushi modern – konveyor (kaiten-zushi) di Jepang. Konacha sekarang diproduksi juga menggunakan daun teh hijau biasa, tidak melulu hanya dari bahan baku sisa-sisa produksi.
Baca juga: Matcha 101: Panduan Membuat Matcha dengan Cara yang Benar, Cocok untuk Pemula!
2. Teh Oolong

Teh oolong adalah jenis teh yang tingkat oksidasinya berada di antara teh hijau dan teh hitam. Prosesnya lebih kompleks—daun teh sebagian dibiarkan teroksidasi, kemudian digulung dan dikeringkan. Hasilnya adalah rasa yang seimbang antara lembut dan kuat, dengan aroma bunga atau buah yang khas.
3. Teh Hitam (Black Tea)

Teh hitam mengalami oksidasi penuh, menghasilkan warna gelap dan rasa yang lebih kuat serta pahit dibandingkan teh hijau atau oolong. Bila teh hijau terkenal kaya flavonoid yang disebut katekin, maka pada teh hitam, kandungan flavonoid yang disebut theaflavin dan thearubigin lebih banyak dijumpai. Teh hitam adalah jenis teh yang paling umum dikonsumsi di negara-negara Barat.
Baca juga: Manfaat Teh Hijau dan Teh Oolong untuk Kesehatan: Pilih yang Mana
Satu Tanaman, Beragam Rasa
Satu tanaman, Camellia sinensis, bisa menghasilkan begitu banyak jenis teh yang beragam hanya melalui perbedaan metode pengolahan. Ini menunjukkan betapa kaya dan kompleksnya dunia teh. Dari teh hijau yang menyegarkan, oolong yang aromatik, hingga matcha yang penuh khasiat, semuanya memiliki asal-usul yang sama—tetapi memberikan pengalaman yang sangat berbeda bagi para penikmatnya.
Di tengah naiknya popularitas matcha dan hojicha di dunia, ada baiknya kita bersikap bijak tidak ikutan FOMO, namun tetap kalem dan menikmati minuman teh favorit kita, yang tentu saja lebih bijak lagi bila diminum tanpa penambahan gula/pemanis lainnya. Bila ingin praktis tanpa ribet, bisa langsung cobain teh tawar sehat dari ITO EN yah. Life is sweeter without sugar. Keep calm and enjoy your green tea!
