matcha

Matcha Terbuat dari Apa? Ciri-Ciri Matcha Asli dan Kandungannya

Matcha terbuat dari daun teh bernama tencha, yaitu daun Camellia sinensis yang ditanam di bawah naungan sebelum dipanen dan digiling menjadi bubuk halus. Proses khusus inilah yang membuat warna dan rasa matcha berbeda dari teh hijau biasa. Untuk memahami bahan baku dan proses pembuatannya secara lebih detail,  yuk simak penjelasan berikut ini!

Matcha Terbuat dari Apa? 

Menurut ITO-EN Global, matcha terbuat dari daun teh (Camellia sinensis) yang disebut tencha yang ditanam dan diperlakukan dengan penuh kehati-hatian dengan metode kultur tertutup (membuat jaring atau net berwarna gelap dengan tujuan menghalangi sinar matahari langsung). Metode ini memungkinkan produksi klorofil lebih maksimal sehingga daun berwarna lebih hijau, kaya klorofil, antioksidan, kadar theanine, dan kafein. 

Semak daun teh ditutup dengan penghalang untuk meminimalkan paparan sinar matahari pada tanaman selama lebih dari 20 hari. Setelah dipanen, daun teh segera dikukus (untuk menghentikan perubahan warna daun) dan dikeringkan (menjadi tencha). Tencha kemudian digiling dengan alat penggiling batu tradisional menjadi bubuk. Proses ini memungkinkan matcha lebih kuat, dengan rasa khas dan alami.

Ciri-Ciri Matcha Berkualitas

Untuk memilih matcha berkualitas, ada beberapa ciri-ciri yang biasanya bisa ditemukan: 

  • Rasa: umami, kental, tidak pahit, tidak masam, dengan sedikit rasa manis di akhir.
  • Aroma: segar, grassy (seperti tanaman), sedikit manis, dan tidak apek.
  • Tekstur: bubuk sangat halus dan kering.
  • Warna: hijau terang cerah 

Untuk memahami perbedaan kualitasnya, pelajari juga keunggulan grade matcha mulai dari ceremonial hingga culinary.

Agar tidak salah pilih, kamu bisa memilih produk yang kualitasnya sudah terjamin seperti bubuk matcha dari ITO EN. ITO EN menyediakan 100% bubuk matcha otentik dari Jepang yang telah bersertifikat halal, sehingga aman dan cocok digunakan untuk berbagai olahan kuliner maupun minuman. 

Cara Menyeduh Matcha

Untuk menyeduh matcha, tuangkan bubuk matcha ke dalam cawan dan seduh dengan air di suhu sekitar 70°C. Kocok sampai berbusa menggunakan alat khusus berupa pengocok bambu atau chasen (茶筅). Saat ini chasen juga bisa diganti pengocok elektrik (electric whisk/frother) jika ingin lebih praktis.

Jika ingin melihat panduan lengkap membuat matcha dari takaran bubuk hingga teknik mengocok yang benar, kamu bisa membaca panduan membuat matcha untuk pemula di sini.

Dalam budaya Jepang, proses menyiapkan, menyajikan, dan menyeruput matcha menjadi bagian sakral dari upacara minum teh di Jepang, dikenal sebagai Chanoyu (茶の湯).

Kandungan Gizi & Nutrisi dalam Bubuk Matcha

Dalam pembahasan kandungan matcha, penting untuk dipahami bahwa senyawa yang terkandung di dalamnya tidak berasal dari satu kategori yang sama, melainkan terdiri dari berbagai jenis zat dengan fungsi yang berbeda. Oleh karena itu, kandungan matcha umumnya dibagi menjadi gizi dan nutrisi alami.

Dalam konteks makanan dan minuman, istilah nutrisi sering digunakan untuk menggambarkan berbagai kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan, sementara gizi lebih merujuk pada zat yang benar-benar dibutuhkan tubuh untuk berfungsi secara normal.

Secara gizi, bubuk matcha mengandung sejumlah vitamin dan mineral seperti vitamin A, vitamin C, vitamin K, serta mineral seperti zat besi dan kalsium. Matcha juga mengandung serat, karena dikonsumsi bersama seluruh daun teh yang dihaluskan.

Sementara itu, matcha juga kaya akan nutrisi alami seperti katekin (EGCG) sebagai antioksidan dari golongan polifenol yang membantu melindungi sel tubuh dari radikal bebas, L-theanine sebagai asam amino alami yang berperan dalam membantu fokus dan memberikan efek tenang, serta klorofil, pigmen hijau alami yang memberi warna khas pada matcha dan sering dikaitkan dengan proses detoksifikasi alami tubuh.

Manfaat Matcha Untuk Kesehatan

Selain nikmat, matcha juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, di antaranya:

1. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi

Matcha mengandung theanine, asam amino yang meningkatkan aktivitas otak yang berhubungan dengan relaksasi dan fokus mental. Theanine bekerja sama dengan kafein untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi tanpa menyebabkan kegelisahan.

2. Membantu Menurunkan Berat Badan

Katekin dalam matcha membantu metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak tubuh. Namun matcha hanya mendukung pengurangan lemak secara perlahan. Olahraga dan pola makan yang teratur tetap diperlukan untuk menurunkan berat badan secara efektif.

3. Mengandung Antioksidan yang Tinggi

Matcha memiliki jumlah antioksidan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan teh hijau biasa sehingga bermanfaat untuk menjaga kesehatan secara alami.

Pertanyaan Umum Seputar Matcha

Untuk menjawab rasa penasaran seputar matcha, berikut beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan

1. Perbedaan Matcha dan Green Tea (Ocha)  

Ada beberapa perbedaan antara matcha dan ocha, di antaranya adalah:

AspekMatchaGreen Tea / Ocha
Proses ProduksiTerbuat dari tencha yang ditanam di bawah naungan sehingga klorofil dan asam amino meningkat; setelah dipanen, daun dikeringkan dan digiling halus menjadi bubuk.Dipetik tanpa naungan dan terkena sinar matahari langsung; daun melalui proses ‘pemijatan’ hingga kering dan tetap berbentuk daun utuh.
TeksturKental, creamy, dan bubuknya mudah mengendap jika dibiarkan.Ringan seperti teh biasa karena diseduh dari daun utuh, tidak ada bubuk yang mengendap.
WarnaHijau terang cerah seperti rumput segar.Hijau kekuningan
RasaUmami dan sepat yang khasLebih ringan dan cocok diminum sehari-hari
NutrisiLebih tinggi antioksidan (±134 mg) dan asam amino (±45 mg)Antioksidan lebih rendah (±63 mg) dan asam amino rendah (±3 mg)
PenyajianDiseduh dengan air panas dan diaduk menggunakan chasen (whisk bambu) dengan gerakan zig-zag hingga berbusa. Di Jepang, Matcha paling sering disajikan bersama dengan susu (matcha latte).Diseduh dengan air panas seperti teh biasa (tanpa dikocok)

2. Apakah Matcha dan Green Tea itu Sama? 

Meski dibuat dari tanaman (Camellia sinensis) yang sama, matcha dan green tea (ocha/teh hijau) merupakan dua minuman yang berbeda. 

Selain sering dibandingkan dengan green tea, matcha juga sering dibandingkan dengan hojicha. Kamu bisa melihat perbedaan kandungan matcha dan hojicha di artikel ini.

3. Apakah Matcha Boleh Diminum Setiap Hari?

Menurut Alodokter, matcha boleh dikonsumsi setiap hari asalkan tidak melebihi 4 sendok teh per hari. Meskipun berpotensi bermanfaat bagi kesehatan, matcha sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang wajar agar manfaat dari matcha bisa kamu rasakan secara maksimal.

4. Apakah Matcha Bisa untuk Diet? 

Ya, matcha dapat membantu mendukung program diet karena kandungan katekin (terutama EGCG) dan kafeinnya dapat meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak.

Penelitian meta-analisis tahun 2022 menemukan bahwa teh hijau dapat menurunkan berat badan sekitar –1,23 kg serta menurunkan BMI dan lingkar pinggang. Studi lain tahun 2024 juga melaporkan penurunan berat badan dan persentase lemak tubuh. 

Dalam kata lain, matcha bisa membantu diet, tapi efeknya bersifat pendukung. Untuk hasil nyata, tetap harus dikonsultasikan dengan tenaga ahli sambil menerapkan pola makan sehat dan gaya hidup aktif.

Nah, itulah pembahasan seputar matcha terbuat dari apa hingga pertanyaan umum yang sering ditanyakan. Dengan memahami asal-usul matcha, karakteristiknya, hingga perbedaannya dengan ocha, kamu bisa lebih mudah memilih jenis teh yang sesuai selera maupun kebutuhan kesehatanmu. Baik matcha maupun ocha sama-sama menawarkan manfaat, hanya saja proses pengolahan dan intensitas rasanya membuat keduanya memiliki keunikan masing-masing.

Untuk informasi terbaru mengenai matcha, ocha dan daun teh lainnya, kamu bisa melihatnya di media sosial Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube dari ITO EN.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *