savvytokyo.com

Mengenal Keiro no Hi, Hari Istimewa yang Didedikasikan untuk Menghormati Lansia

Orang Jepang dikenal memiliki usia harapan hidup yang tinggi. Secara rata-rata, harapan hidup masyarakat Jepang bahkan bisa mencapai 83 tahun. Itulah kenapa jumlah penduduk lansia di negara ini terus bertambah. Sebagai penghormatan untuk lansia, Jepang bahkan memiliki hari perayaan tersendiri.

Mengenal Keiro no Hi
Keiro no Hi atau Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia merupakan hari libur nasional Jepang yang secara khusus didedikasikan untuk menghormati warga lansia.

Peringatan Keiro no Hi awalnya diperingati setiap tanggal 15 September. Namun sejak tahun 2003, perayaannya diubah menjadi hari Senin minggu ketiga di bulan September. Di tahun 2022 sendiri, Keiro no Hi diperingati pada tanggal 19 September.

Melalui peringatan Keiro no Hi, Jepang ingin menunjukkan rasa terima kasih pada para lansia atas sumbang sih yang selama ini telah dicurahkan kepada masyarakat. Selain itu, Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia juga menjadi satu perayaan atas umur panjang yang diberikan oleh Sang Pencipta.

Sejarah Keiro no Hi
Hari penghormatan lansia awalnya diperingati dengan nama Toshiyori no Hi (Hari Orang Tua). Peringatan ini bermula pada tahun 1947 atas gagasan dari kepala desa Distrik Taka, Prefektur Hyogo bernama Kadowaki Masao yang mengusulkan adanya perayaan untuk menghormati orang tua.

Pada awalnya, Toshiyori no Hi diperingati setiap tanggal 15 September saat masa bertani tengah sepi. Pada tahun 1950, perayaan Hari Orang Tua pun semakin meluas ke seluruh Prefektur Hyogo dan terus berkembang hingga skala nasional.

Karena istilah toshiyori (orang tua) dinilai kurang sopan, Hari Orang Tua pun diubah namanya menjadi Hari Orang Lanjut Usia (Rojin no Hi) pada tahun 1964. Baru pada tahun 1966, Hari Orang Lanjut Usia berganti nama menjadi Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia (Keiro no Hi) dan menjadi hari libur nasional.

Baca Juga  6 Recommended Places for Tea Ceremony Version ITO EN

Perayaan Keiro no Hi
Keiro no Hi tidak hanya menjadi hari libur nasional di Jepang. Hari istimewa ini juga dirayakan dengan berbagai macam kegiatan yang punya nuansa kental akan “penghormatan kepada lansia”.

Kegiatan sosial seperti kerja sosial di panti jompo banyak dilakukan oleh warga Jepang yang masih muda. Mereka juga menghibur para lansia dengan menyelenggarakan acara bersama anak-anak.

Selain itu, kegiatan hiburan dan budaya juga diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan kepada para lansia. Pada perayaan Keiro no Hi, restoran dan kedai makanan juga banyak yang memberi layanan spesial untuk siapapun yang berusia senja.

Beberapa restoran dan kedai makanan ada yang membuat menu khusus untuk lansia dan paket khusus makan bersama keluarga. Bahkan ada juga yang memberikan makanan gratis untuk para lansia.

Keiro no Hi adalah tentang penghormatan kepada lansia. Hadiah yang biasa diberikan juga identik dengan hal tersebut. Sebut saja seperti peralatan kesehatan, peralatan elektronik, sake dan wine.

Makna Mendalam Keiro no Hi
Dibalik kemeriahannya, peringatan Keiro no Hi mengandung makna mendalam. Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia telah menjadi tradisi yang terus dijaga sebagai pengingat agar generasi muda tidak melupakan peran orang lanjut usia bagi masyarakat.

Orang lanjut usia pernah menjadi sumber pengetahuan. Dari merekalah generasi muda belajar hingga menjadi pribadi yang lebih baik bahkan lebih berpengetahuan dibandingkan pendahulunya.

Apa yang generasi muda miliki saat ini juga tidak bisa dilepaskan dari peran orang lanjut usia. Atas semua jasa dan sumbang sih itulah, rasa terima kasih ditujukan kepada lansia lewat peringatan Keiro no Hi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *