tokyoweekender.com

Mengenal “Tas Keberuntungan” Fukubukuro, Warisan Tradisi Tahun Baru di Jepang

Tahun baru di Jepang tidak hanya merupakan pergantian tahun dalam kalender. Di Jepang, tahun baru sudah menjadi salah satu momen paling berarti, di mana orang-orang bersiap mengawali tahun yang baru dengan penuh harapan dan antusiasme.

Jepang sendiri memandang tahun baru sebagai salah satu musim liburan terbesar. Namun di tengah perayaan yang meriah, fukubukuro menjadi salah satu hal yang begitu dinanti. Lantas, apa sebenarnya fukubukuro ini?

Apa itu Fukubukuro?

Dalam bahasa Jepang, fukubukuro berarti “tas keberuntungan”. Konsepnya mirip seperti “lucky bags” atau “mystery bags” dan telah menjadi tradisi yang menarik di Jepang, khususnya saat perayaan tahun baru.

Fukubukuro ini berisi beragam produk acak yang dijual dengan diskon besar. Seringkali, tas-tas keberuntungan ini dinanti-nanti tidak hanya oleh konsumen namun juga oleh para pelaku usaha. Jadi tidak heran, tradisi ini bisa terus bertahan, bahkan sering dimanfaatkan para pelaku bisnis sebagai sarana promosi.

Sejarah dan Asal-Usul Fukubukuro

Sebenarnya ada beberapa teori terkait sejarah dan asal-usul fukubukuro. Salah satunya menyebutkan bahwa pada zaman Edo (1603-1868), toko kain kimono bernama Echigoya di Nihonbashi, Tokyo, diyakini sebagai pencetus pertama kali fukubukuro yang pada saat itu dikenal dengan nama “Ebisu-bukuro“.

Ebisu-bukuro ini digunakan oleh toko kain kimono Echigoya sebagai upaya mengurangi kelebihan stok. Kala itu, toko ini mengisi tas dengan sisa potongan kain dan menjualnya sebagai obor-obor murah saat musim dingin.

Ada juga teori lain yang mengaitkan asal-usul fukubukuro dengan Department Store Daimaru yang pada zaman Edo menjual tas keberuntungan saat festival Ebisu-ko dan tahun baru. Berangkat dari sini, konsep tas keberuntungan menyebar ke penjuru negeri, hingga menjadi bagian dari tradisi.

Di balik teori-teori yang ada, masih ada perdebatan apakah fukubukuro pertama kali muncul di zaman Edo atau Meiji. Meski begitu, mayoritas teori setuju bahwa tradisi ini berawal dari toko-toko kain kimono.

Apa Isi Fukubukuro?

Fukubukuro didesain untuk memberikan kejutan menyenangkan bagi konsumen. Karena itu, isi fukubukuro sengaja dibuat penuh misteri, bonus, namun tetap relevan dengan jenis toko yang menjualnya.

Sebagai contoh untuk toko pakaian wanita, fukubukuro biasanya berisi baju dengan tambahan aksesori seperti tas, sarung tangan, syal, atau ikat pinggang. Sedangkan pada pasar swalayan, isi fukubukuro bisa lebih beragam. Dalam satu tas keberuntungan, isinya bisa berupa selimut, cangkir, poci, dan daun teh/bubuk matcha.

Biasanya, penjualan fukubukuro ini direncanakan jauh-jauh hari oleh toko. Harganya juga dibuat cukup terjangkau. Inilah yang menjadikannya incaran pembeli, khususnya mereka yang ingin mencoba peruntungannya dalam memperoleh barang bagus dengan diskon besar.

Animo konsumen yang begitu besar membuat beberapa toko memanfaatkan fukubukuro sebagai promosi dalam acara penjualan pertama tahun baru. Agar lebih menarik, mereka juga memancing minat pembeli dengan memberi sedikit bocoran terkait isi tas tersebut di acara televisi.

Kapan Kamu bisa Membeli Fukubukuro?

Fukubukuro umumnya dijual selama periode Tahun Baru, terutama antara tanggal 1 hingga 3 Januari. Namun, semua kembali pada kebijakan setiap toko. Beberapa toko bahkan ada yang mulai menjual fukubukuro sedikit lebih awal, bahkan sejak 29 Desember, sementara yang lain melanjutkan penjualannya sepanjang bulan Januari.

Terkadang, ada juga toko yang mewajibkan pemesanan fukubukuro jauh sebelum periode penjualan resmi. Meski begitu, jika kamu melewatkan periode tahun baru, masih ada kesempatan untuk menemukan fukubukuro. Beberapa toko ada yang memberi diskon besar sepanjang tahun dan secara rutin menjual fukubukuro dengan berbagai tema sesuai acara atau musim.

Saat tirai tahun baru dibuka, fukubukuro tidak hanya menjadi tas berisi kejutan menyenangkan. Fukubukuro juga menjadi simbol kegembiraan, harapan, dan optimisme masyarakat Jepang. Sekarang, giliran kamu. Apa kamu tertarik mengadopsi semangat tersebut dalam menyambut perubahan dan tantangan di tahun yang baru?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *