thegate12.com

Tanabata, Festival Bintang yang Penuh Romansa

Festival Tanabata atau festival bintang selalu dirayakan dengan meriah setiap awal bulan Juli atau Agustus di Jepang. Ornamen beraneka warna hingga kertas permohonan menghiasi kota. Aneka hiburan juga turut ditampilkan untuk memeriahkan suasana.

Kemeriahan festival Tanabata selalu sukses menarik antusiasme masyarakat dan wisatawan. Tapi sebelum itu, apa sih Tanabata?

Tanggal Perayaan Festival Bintang Tanabata
Tanabata sebenarnya merupakan festival musim panas yang terlahir dari akulturasi budaya Jepang dengan Tiongkok. Tidak hanya ada di Jepang, Tiongkok dan Korea pun memiliki festival serupa meski dengan nama yang berbeda.

Pada awalnya, perayaan Tanabata mengikuti sistem penanggalan kuno Tiongkok lunisolar dan jatuh setiap hari ke-7 bulan ke-7. Namun sejak Jepang menggunakan sistem penanggalan Gregorian, perayaan Tanabata mengikuti kalender yang baru dan jadi sebulan lebih lambat, khususnya di Hokkaido dan Sendai.

Festival Tanabata biasanya dimulai dengan upacara yang dilakukan pada malam hari di tanggal 6 Juli. Lalu puncak kemeriahannya terjadi pada 7 Juli. Namun untuk wilayah Jepang bagian Timur seperti Hokkaido dan Sendai, perayaan Tanabata dimulai pada tanggal 8 Agustus.

Perayaan Tanabata di Jepang
Perayaan Tanabata dimulai pada malam di hari ke-6 atau pagi di hari ke-7 bulan ke-7. Biasanya, upacara perayaan dilakukan mulai jam 1 pagi saat bintang-bintang mendekati zenith.

Pada zaman Edo, Tanabata dirayakan secara sederhana. Namun setelah Perang Dunia II, Tanabata mulai dirayakan secara besar-besaran demi menggairahkan kembali perekonomian Jepang kala itu. Itulah kenapa pusat-pusat perbelanjaan dihiasi pernak-pernik khas Tanabata, khususnya di kota-kota besar seperti Sendai, Anjo, Hiratsuka dan Sagamihara.

Tanabata juga identik dengan tradisi menuliskan permohonan di atas secarik kertas berwarna-warni yang disebut tanzaku. Warna kertas tanzaku ini terdiri dari 5 macam, yakni hijau, merah, kuning, putih dan hitam. Setelah menuliskan permohonan, kertas tanzaku kemudian diikat ke ranting bambu dan membentuk pohon harapan.

Baca Juga  5 Manfaat Mengurangi Konsumsi Minuman Manis, Ternyata Dahsyat!

Jika ingin merasakan perayaan Tanabata yang meriah, Sendai bisa menjadi kota yang cocok untuk dikunjungi. Akan tetapi, di kota ini Tanabata dirayakan di awal Agustus atau sebulan lebih lambat dibandingkan kota-kota lain di Jepang.

Di Sendai, Anda bisa menyaksikan pesta kembang api di belakang Taman Nishi Koen, tepatnya di sepanjang Sungai Hirose. Jika ingin menyaksikannya, perayaan kembang api biasanya diselenggarakan pada tanggal 5 Agustus.

Selama perayaan Tanabata, seluruh kota Sendai akan dihiasi beragam dekorasi warna-warni. Bahkan tidak jarang ada dekorasi yang terkesan tidak berhubungan namun sarat akan makna.

Kisah Romansa di Balik Tanabata
Di balik kemeriahan Tanabata, ada kisah romansa tragis sepasang kekasih yang terpisah jauh, yaitu Orihime dan Hikoboshi. Menurut legenda, keduanya dipisahkan oleh Galaksi Bima Sakti dan hanya bisa bertemu setahun sekali.

Orihime yang melambangkan bintang Vega dari rasi bintang Lyra merupakan seorang putri Dewa Langit yang suka menenun kimono. Di sisi lain, Hikoboshi yang melambangkan bintang Altair dari rasi bintang Aquila merupakan seorang penggembala sapi. Karena Orihime merasa khawatir apakah ia bisa menemukan jodohnya, Dewa Langit pun mengatur pertemuan dengan Hikoboshi. Setelah bertemu, keduanya langsung jatuh cinta kemudian menikah.

Hubungan keduanya dipenuhi kebahagiaan. Namun karena terlalu terbuai akan cinta, Orihime berhenti menenun dan Hikoboshi pun berhenti menggembala sapi. Hingga akhirnya, Dewa Langit sangat marah dan memisahkan keduanya.

Karena tidak ingin berpisah dengan orang yang dicintainya, Orihime memohon kepada sang ayah. Dewa Langit yang begitu mencintai putrinya pun memperbolehkan keduanya bertemu. Hanya saja, mereka hanya bisa bertemu satu tahun sekali, yakni pada hari ke-7 bulan ke-7 dengan syarat Orihime tetap menenun kimono.

Baca Juga  Tips Sehat Jalani Ibadah Puasa

Untuk bertemu, Orihime dan Hikoboshi harus menyeberangi galaksi Bima Sakti yang dilambangkan sebagai sungai. Karena terasa terlalu sulit diseberangi, Orihime pun bersedih hingga dibantu oleh kawanan burung gagak dengan membuatkan jembatan. Namun jika hujan turun, kawanan gagak tidak bisa datang dan membantu.

Terlepas dari kisah dan hiruk-pikuk perayaannya, apa kalian pernah melihat langsung festival Tanabata?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *