Green tea atau teh hijau mengandung polifenol dan bisa menjadi pilihan minuman rendah kalori ketika dinikmati tanpa gula. Manfaat green tea juga diteliti dalam kaitannya dengan kolesterol, fungsi kognitif, dan kesehatan jantung. Namun, hasil penelitian tidak berarti setiap cangkir teh akan memberikan efek yang sama atau bisa menggantikan pengobatan.
Bagi ITOfriENd, langkah yang mudah diterapkan adalah memilih teh tanpa gula tambahan dan menikmatinya sebagai bagian dari pola makan seimbang. Yuk, kenali lima manfaat dan potensi green tea berikut, termasuk batas bukti yang perlu dipahami.
Apa itu green tea?
Green tea berasal dari daun tanaman Camellia sinensis, tanaman yang juga menghasilkan teh hitam dan oolong. Perbedaannya terletak pada pengolahan daun. Pada teh hijau, pemanasan membantu membatasi oksidasi sehingga karakter daunnya tetap berbeda dari teh hitam.
Kalau ingin mengenali bahan dasarnya lebih jauh, baca juga Camellia sinensis, tanaman asal berbagai jenis teh.

Lima manfaat dan potensi green tea
1. Menjadi pilihan minuman rendah kalori tanpa gula tambahan
Salah satu manfaat praktis green tea adalah membantu kamu memilih minuman dengan lebih sedikit kalori. CDC memasukkan teh tawar sebagai pilihan minuman rendah kalori.
Jika biasanya kamu memilih teh manis, menggantinya dengan teh hijau tawar dapat mengurangi gula tambahan dan kalori dari minuman tersebut. Manfaat ini berasal dari perubahan pilihan minuman, bukan jaminan bahwa green tea akan langsung menurunkan berat badan.
Madu juga menambahkan gula dan kalori. Jadi, bila tujuanmu mengurangi asupan gula, perhatikan semua pemanis yang ditambahkan. Untuk memahami perbedaannya, simak teh pakai gula dan tanpa gula dari sisi kalori serta pilihan sehari-hari.

2. Mengandung polifenol yang diteliti karena aktivitas antioksidannya
Teh hijau mengandung polifenol, termasuk katekin. Senyawa ini menjadi salah satu alasan green tea banyak diteliti dalam bidang kesehatan. NCCIH menjelaskan bahwa polifenol merupakan salah satu komponen teh yang dikaitkan dengan potensi manfaatnya.
Namun, kandungan senyawa dan hasil penelitian di laboratorium tidak otomatis membuktikan bahwa minum teh dapat mencegah penyakit tertentu. Green tea tetap paling tepat dipahami sebagai bagian dari pilihan makanan dan minuman yang beragam.

3. Memiliki potensi efek kecil pada kolesterol
Menurut ringkasan bukti NCCIH tentang green tea, penelitian menunjukkan penurunan kecil pada kolesterol total dan LDL. Sebagian besar studi tersebut memakai suplemen ekstrak teh hijau, sehingga hasilnya tidak bisa langsung disamakan dengan minum teh hijau biasa atau produk kemasan tertentu.
Karena itu, tidak ada alasan menjadikan angka dua, lima, atau sepuluh cangkir sebagai dosis untuk menurunkan kolesterol. Jika kamu sedang mengelola kolesterol, pola makan, aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan yang diresepkan tetap menjadi acuan.
4. Diteliti dalam kaitannya dengan fungsi kognitif
Green tea juga menarik perhatian peneliti karena kemungkinan pengaruhnya pada fungsi otak. Sebuah penelitian tahun 2014 terhadap 12 relawan sehat menemukan perubahan konektivitas otak saat peserta mengerjakan tugas memori setelah menerima minuman yang mengandung ekstrak teh hijau.
Akan tetapi, studi kecil ini tidak menemukan peningkatan performa tugas yang signifikan secara statistik. Temuan tersebut belum cukup untuk menyatakan bahwa minum green tea mencegah pelupa atau mengobati demensia. Menikmati teh tetap bisa menjadi bagian dari rutinitas harian, tanpa perlu mengharapkan hasil tersebut.

5. Dikaitkan dengan kesehatan jantung dalam studi observasional
Studi Ohsaki yang diterbitkan di JAMA pada 2006 mengikuti lebih dari 40.000 orang dewasa di Jepang dan menemukan hubungan antara konsumsi teh hijau dengan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
Studi ini bersifat observasional: peneliti mengamati kebiasaan peserta, bukan menetapkan teh sebagai pengobatan. Hubungan tersebut tidak membuktikan bahwa teh hijau sendirian menyebabkan penurunan risiko. Hasilnya juga tidak boleh dijadikan janji bahwa produk teh tertentu mencegah penyakit jantung atau membuat seseorang panjang umur.
Cara minum green tea sebagai bagian dari kebiasaan sehat
- Nikmati tanpa gula tambahan. Jika membeli teh kemasan, baca komposisi, ukuran sajian, dan informasi nilai gizinya.
- Ikuti petunjuk penyajian. Untuk teh seduh, gunakan takaran dan suhu yang dianjurkan produsen. Kamu juga bisa membaca panduan cara minum teh hijau.
- Perhatikan kafein. Teh hijau mengandung kafein. Sesuaikan waktu dan jumlah konsumsi jika kamu sensitif terhadapnya, terutama bila tidur menjadi terganggu. Baca penjelasan kandungan kafein dalam teh.
- Bedakan minuman teh dari suplemen ekstrak. Komposisi, konsentrasi, dan risikonya tidak sama. Jangan menganggap hasil penelitian ekstrak sebagai manfaat yang pasti dari setiap minuman green tea.
Jika sedang hamil, menyusui, atau menggunakan obat rutin, tanyakan kepada tenaga kesehatan tentang konsumsi kafein dan penggunaan suplemen ekstrak teh hijau yang sesuai untukmu. NCCIH mencatat adanya interaksi obat dan perhatian khusus pada ekstrak teh hijau.
Pilihan green tea tanpa gula dari ITO EN
Untuk ITOfriENd yang ingin menikmati teh hijau secara praktis, Oi Ocha 500 mL dari ITO EN Indonesia merupakan pilihan teh hijau tanpa gula dan pemanis. Cek informasi pada kemasan untuk mengetahui komposisi dan nilai gizinya.
Kamu juga bisa menjelajahi pilihan produk teh ITO EN dan melihat informasi tempat membeli di halaman Beli di.
Menikmati green tea tidak perlu disertai janji kesehatan yang berlebihan. Mulai dari pilihan sederhana: teh yang kamu sukai, tanpa gula tambahan, dan sesuai kebutuhan sehari-hari.
Pertanyaan umum tentang manfaat green tea
Apa manfaat green tea tanpa gula?
Green tea tanpa gula bisa menjadi pilihan minuman rendah kalori dan mengandung polifenol. Manfaat untuk penyakit tertentu masih perlu dibaca sesuai jenis dan batas penelitian; teh bukan pengganti pengobatan.
Apakah green tea bisa menurunkan berat badan?
Green tea tidak menjamin penurunan berat badan. Mengganti minuman manis dengan teh tawar dapat mengurangi kalori dari minuman, sedangkan hasil pengelolaan berat badan bergantung pada keseluruhan pola makan dan aktivitas.
Apakah green tea boleh diminum setiap hari?
Bagi banyak orang dewasa, green tea dapat menjadi bagian dari minuman sehari-hari. Perhatikan kafein, respons tubuh, dan informasi produk. Tidak ada jumlah cangkir yang berlaku untuk semua orang demi memperoleh manfaat tertentu.
Apakah teh hijau kemasan sama dengan teh hijau seduh?
Keduanya dapat berbahan dasar teh hijau, tetapi komposisi dan pengolahannya berbeda antarproduk. Periksa gula, bahan tambahan, ukuran sajian, dan nilai gizi. Jangan menganggap kandungan katekin atau hasil penelitian berlaku sama untuk semua produk.
Apakah manfaat green tea sama dengan ekstrak teh hijau?
Tidak bisa disamakan langsung. Banyak penelitian menggunakan ekstrak dengan konsentrasi tertentu. Minuman teh dan suplemen ekstrak memiliki karakter yang berbeda, termasuk dalam hal keamanan penggunaannya.
