Apakah teh mengandung kafein? Ya. Teh hijau, teh hitam, dan oolong berasal dari tanaman Camellia sinensis dan mengandung kafein secara alami. Jumlahnya tidak selalu sama: jenis daun, cara penyeduhan, ukuran sajian, dan produk yang dipilih dapat memengaruhinya.
Minuman seduhan seperti chamomile dan barley tea tidak dibuat dari daun teh. Namun, jangan menganggap semua minuman yang disebut “teh herbal” otomatis bebas kafein; periksa bahan dan informasi pada kemasannya.
Berapa Kafein dalam Teh Dibanding Kopi?

Sebagai gambaran umum, MedlinePlus mencantumkan sekitar 14–60 mg kafein dalam satu cangkir teh 8 ons (sekitar 237 ml) dan 95–200 mg dalam satu cangkir kopi dengan ukuran yang sama. Ini adalah kisaran, bukan angka pasti untuk setiap produk. Jika tersedia, periksa informasi pada kemasan untuk mengetahui kandungan minuman yang kamu pilih.
Hojicha tetap merupakan teh dari Camellia sinensis, sehingga bukan minuman bebas kafein. Kadar kafein teh hojicha dapat berbeda antarproduk dan cara penyajian; proses pemanggangan saja tidak cukup untuk memastikan jumlah kafein dalam setiap cangkir.
Bagaimana dengan Kopi dan Cokelat?

Dalam ukuran sajian yang sama, kopi umumnya mengandung kafein lebih banyak daripada teh. Kopi dan teh yang diberi label decaf masih dapat mengandung sedikit kafein. Menurut FDA, secangkir kopi decaf 8 ons umumnya mengandung sekitar 2–15 mg kafein.

Cokelat juga dapat menyumbang kafein. Karena ukuran sajian dan kadar kakaonya berbeda-beda, jumlahnya sebaiknya tidak dibandingkan langsung dengan secangkir teh atau kopi tanpa menyebut ukuran sajian yang setara.
Apa Efek Kafein dan Berapa Banyak yang Perlu Dibatasi?
Kafein dapat membantu seseorang merasa lebih terjaga. Namun, terlalu banyak kafein dapat menyebabkan sulit tidur, gelisah, sakit kepala, atau jantung berdebar pada sebagian orang. Kepekaan tiap orang berbeda. Kafein tidak boleh dianggap sebagai cara untuk mencegah penyakit jantung. Lihat penjelasan MedlinePlus tentang efek kafein.
Menurut FDA, 400 mg per hari merupakan jumlah yang umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif bagi kebanyakan orang dewasa. Angka ini bukan target yang perlu dicapai dan tidak berlaku sama untuk semua orang. Saat hamil, NHS menganjurkan tidak lebih dari 200 mg kafein per hari dari seluruh sumber, termasuk teh, kopi, cokelat, dan minuman lain. Bila sedang hamil, menyusui, memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau mengonsumsi obat, tanyakan batas yang sesuai kepada tenaga kesehatan.
Apakah Ada Pilihan Tanpa Kafein?

Ada minuman seduhan yang tidak dibuat dari daun Camellia sinensis. Barley tea ITO EN dibuat dari barley dan bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin menghindari kafein. Periksa label produk untuk memastikan komposisi dan informasi gizinya.
Bebas kafein tidak otomatis berarti cocok untuk semua orang. Barley merupakan bahan yang mengandung gluten. Jika kamu memiliki penyakit celiac atau perlu menghindari gluten, periksa informasi pada kemasan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Hindari pula menyimpulkan bahwa barley tea pasti aman bagi lambung atau dapat menjaga kadar gula darah tanpa bukti khusus untuk produk tersebut.
Untuk pilihan minuman lain tanpa gula, baca juga jenis minuman tanpa gula yang bisa dipilih.
Tunggu apa lagi? Coba teh barley ITO EN, yang bisa kamu beli di Offline Store atau E-commerce andalanmu, untuk memudahkan bagi ITOfriENd yang jarang bepergian ke luar rumah! Info terbaru dari produk-produk ITO EN bisa kalian cek langsung di sosial media seperti TikTok, X, Facebook, Youtube, dan juga Instagram ITO EN Indonesia.
Frequently Asked Questions (FAQs)
1. Apakah teh mengandung kafein?
Ya. Teh hijau, teh hitam, dan oolong dari tanaman Camellia sinensis mengandung kafein alami. Jumlahnya berbeda menurut produk, ukuran sajian, dan cara penyeduhan.
2. Apakah hojicha bebas kafein?
Tidak. Hojicha berasal dari daun teh dan tetap mengandung kafein. Jumlah pastinya tidak dapat ditentukan hanya dari proses pemanggangan.
3. Apakah ada minuman yang disebut teh tetapi tidak mengandung kafein?
Ada. Barley tea dibuat dari barley, bukan daun Camellia sinensis. Tetap periksa komposisi produk, terutama jika kamu perlu menghindari bahan tertentu seperti gluten.
4. Mana yang umumnya lebih tinggi kafeinnya, teh atau kopi?
Dalam ukuran sajian yang sama, kopi umumnya mengandung kafein lebih banyak daripada teh. Kandungan tiap produk bisa berbeda.
5. Apakah teh boleh diminum setiap hari?
Bagi kebanyakan orang dewasa, teh dapat menjadi bagian dari pola minum sehari-hari. Perhatikan jumlah kafein dari seluruh makanan dan minuman serta respons tubuhmu. Jika ada kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
