Bagi kamu yang sedang membatasi asupan gula, menghitung kandungan gula dalam minuman kemasan perlu dilakukan dengan cermat. Tidak cukup hanya melihat daftar komposisi, kamu juga perlu mengetahui secara pasti berapa jumlah gula dalam setiap sajian.
Berikut ini cara mudah menghitung kandungan gula dalam minuman kemasan. Simak penjelasannya berikut ini!
Cara menghitung gula dalam minuman kemasan
Simak cara menghitungnya berdasarkan A Food Labeling Guide berikut ini!
- Perhatikan label nutrisi yang biasanya berada di belakang atau bagian samping kemasan. Label nutrisi ini memang menunjukkan kandungan gula, namun hanya per satu sajian.
- Cek ukuran sajian yang tertera di label.
- Hitung dulu jumlah sajian dalam satu kemasan, lalu kalikan dengan jumlah gula per sajian.
Contohnya, sebuah minuman berisi 600 mL. Pada label tertulis setiap 250 mL mengandung 30 gram gula. Dengan demikian, 600 mL setara dengan 2,4 sajian (total mL kemasan dibagi mL per sajian).
Artinya, total gula dalam satu kemasan adalah 2,4 × 30 gram (jumlah sajian dikalikan gula per sajian), yaitu 72 gram gula.
Sebagai referensi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan batas konsumsi gula per orang per hari, yakni 50 gram atau 4 sendok makan gula. Sementara menurut American Heart Association (AHA), berikut adalah batas konsumsi gula tambahan harian:
- Pria dewasa: Maksimal 36 gram (9 sendok teh) atau setara dengan 150 kalori.
- Wanita dewasa: Maksimal 25 gram (6 sendok teh) atau setara dengan 100 kalori.
- Anak-anak (2–18 tahun): Maksimal 25 gram (6 sendok teh).
Tips memilih minuman kemasan
Ikuti tips memilih minuman dalam kemasan berikut agar terhindar dari asupan gula berlebihan:
1. Pilih minuman kemasan tanpa pemanis (unsweetened) atau no added sugar
Minuman kemasan jenis ini tidak mengandung tambahan gula, sehingga lebih aman untuk konsumsi harian. Rekomendasi minuman teh yang sehat dan benar-benar tanpa gula dan pemanis buatan adalah Oi Ocha dari ITO EN.
Selain itu, Oi Ocha juga hanya menggunakan bahan alami sehingga kamu bisa menikmati manfaat teh hijau lebih optimal dengan rasa yang lebih otentik karena #GakSemuaHarusManisBuatDinikmati.
Fun fact: Di Jepang, minum teh hijau tanpa gula adalah tradisi yang dijaga selama berabad-abad. Masyarakat Jepang sangat menghargai rasa teh alami (authentic taste) hasil alam terbaik. Menambahkan gula ke dalam teh hijau Jepang berkualitas tinggi bahkan dianggap ‘tabu’, karena dapat menutupi profil rasa asli yang unik dan kaya manfaat.
Selain Oi Ocha, berbagai varian minuman kemasan lain dari ITO EN juga dibuat tanpa gula, tanpa pemanis buatan dan menggunakan bahan alami, sehingga cocok untuk mendukung gaya hidup sehat bagi kamu yang sedang mengurangi konsumsi gula.

2. Hati-hati dengan klaim rasa buah
Meskipun terdengar sehat karena terkesan mengandung buah di dalamnya, minuman rasa buah tetap bisa mengandung gula tinggi, oleh karena itu, cek kembali tabel nutrisi dan hitung gula dalam kemasan.
3. Hindari minuman berwarna pekat dan bercita rasa kuat
Jenis minuman kemasan tersebut biasanya mengandung lebih banyak gula dibanding teh tawar atau air berperisa yang ringan. Cita rasa yang kuat bisa jadi mengandung perisa tambahan, apalagi jika harga minumannya di bawah pasaran bahan baku aslinya.
Contohnya, harga jeruk satu kg berkisar Rp 50,000 maka bila ada minuman rasa jeruk yang kuat dijual dengan harga Rp 20,000 1 liter (kurang lebih 1 kg) maka patut dicurigai adanya penggunaan perisa jeruk tambahan yang berlebihan.
Nah itulah tips menghitung gula dalam minuman kemasan. Mudah bukan? Memang butuh sedikit ketelitian, tetapi langkah kecil ini penting untuk membantu kamu menghindari asupan gula berlebihan.
Jangan lupa bagikan artikel ini ke keluarga dan sahabatmu! Ikuti juga akun media sosial kami di Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube ITO EN Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai produk unggulan dari ITO EN.
