rekomendasi matcha jepang

Rekomendasi Matcha Jepang 100% Asli, Bedanya Apa Dengan Ocha?

Sebagai teh hijau khas dari Jepang, matcha termasuk jenis teh yang dikenal dan digemari bahkan oleh masyarakat Indonesia. Matcha terbuat dari daun teh hijau yang melalui proses penggilingan hingga berubah menjadi bubuk. Dilansir Klikdokter, matcha sudah ada sejak zaman kuno yang digunakan sebagai obat-obatan. Matcha Jepang baru diolah menjadi berbagai macam minuman dan makanan ketika memasuki abad ke-12.

Tidak semua daun teh hijau bisa diolah menjadi bubuk matcha. Hanya daun teh terpilih yang sudah diteduhkan terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu saja, yang bisa diolah menjadi matcha, seperti tencha.

Lalu, pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan rekomendasi matcha Jepang terbaik yang bisa kalian coba, serta perbedaan matcha dengan teh hijau lainnya seperti ocha.

Rekomendasi Terbaik Matcha Powder dari ITO EN, Asli dari Jepang! 

Mencari bubuk matcha yang bagus dan berkualitas merupakan hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Saat ini, banyak beredar penjualan matcha palsu yang bisa merugikan para pembelinya. Biasanya matcha ‘palsu’ memiliki warna agak kekuningan dan cenderung cokelat, rasa yang sepat dan pahit, dijual dengan harga yang lebih murah, serta rasanya hanya seperti teh biasa. Ini dikarenakan bahan baku matcha tersebut adalah daun teh hijau biasa, dan di Jepang ini biasa disebut ‘konacha’, bukan matcha.

Untuk memudahkan kalian dalam memilih matcha Jepang, kami memiliki rekomendasi matcha powder terbaik dari produk ITO EN yang dibuat dari bubuk matcha asli 100% dari Jepang dan tidak menggunakan perisa, pewarna, dan pengawet sama sekali. Matcha powder dari ITO EN diproses menggunakan teknologi canggih yang membuat rasa alami dari teh tidak hilang begitu saja. Produknya pun sudah terjamin halal, jadi sudah dipastikan aman untuk dikonsumsi. 

Baca Juga  5 Kebaikan L-Theanine pada Teh Hijau untuk Kesehatan

Perbedaan Matcha dan Ocha, Yuk Ketahui!

Matcha merupakan daun teh hijau terpilih yang diolah menjadi bubuk halus, dan biasa dinikmati dengan cara dicampur dengan susu, yoghurt atau dicampurkan ke seduhan minuman teh hijau untuk memberi warna lebih hijau. Sedangkan ocha merupakan daun teh hijau biasa dan tidak dihaluskan menjadi bubuk. Grade tertinggi ocha dibuat melalui proses pemijatan dengan tangan (handmade ocha) di atas meja kayu yang dihangatkan oleh arang membara di bawahnya. Walaupun sama-sama teh hijau, keduanya memiliki perbedaan yang cukup menonjol. Berikut ini perbedaan matcha dan ocha yang perlu ITOfriENd ketahui:

1. Perbedaan Proses Produksi 

Meskipun berasal dari tumbuhan teh yang sama (Camellia sinensis), seperti yang sudah dibahas sebelumnya, matcha dan ocha memiliki proses produksi yang berbeda. Daun teh hijau yang menjadi bahan baku matcha disebut tencha, ditanam di area khusus yang terdapat jaring-jaring gelap di atasnya sehingga sinar matahari tidak langsung kena tanaman dan daun teh. Ini membuat kandungan zat hijau daun (klorofil) dan asam amino menjadi maksimal pada daun, menghasilkan daun teh dengan warna hijau yang menawan dan rasa umami yang lebih kuat. Proses penghalangan sinar matahari ini membuat hasil panen tencha menjadi sedikit. Ini yang membuat harga matcha menjadi lebih mahal. Setelah dipanen, daun teh akan digiling sampai berubah menjadi bubuk.

Sedangkan daun teh ocha dipetik tanpa melalui proses pengurangan sinar matahari. Saat pengeringan, tencha (sebagai bahan baku matcha) dan ocha juga berbeda prosesnya. Di dalam proses pengeringan ocha ada proses  ‘pemijatan’ daun teh, di mana tencha tidak memerlukan proses ini. Bila pemijatan ini dilakukan secara tradisional dengan tangan, ini bisa memakan waktu hingga enam jam lamanya sampai daun benar-benar kering. Sekarang, hampir seluruh perusahaan teh di Jepang menggunakan mesin modern yang canggih untuk ‘memijat’ daun teh dan proses ini dipersingkat menjadi sekitar 1 jam saja. Produk akhir dari proses ini adalah daun teh hijau ocha utuh yang siap seduh, tanpa digiling menjadi bubuk.

Baca Juga  Mengenal Seijin No Hi, Perayaan Hari Kedewasaannya Anak Muda Jepang

2. Perbedaan Tekstur dan Warna

Tekstur dari minuman matcha dan teh ocha sudah jelas terlihat jauh berbeda. Pada minuman matcha Jepang, teksturnya cenderung kental dan timbul endapan bila lama didiamkan. Matcha Jepang juga memiliki tampilan warna hijau seperti rumput segar, yang memikat mata. Berbeda dari matcha, seperti minuman teh pada umumnya minuman seduhan ocha tidak memiliki tekstur. Tampilan warna pada hasil seduhan ocha agak sedikit kehijauan lebih mendekati kuning.

3. Rasa dan Aroma

Matcha memiliki rasa yang kuat dan rasa umami serta rasa sepat yang khas. Hal ini disebabkan karena kandungan klorofil, katekin dan asam amino yang lebih tinggi di setiap daun dibandingkan ocha. Bentuk bubuk membuat matcha lebih mudah terekstraksi dibandingkan bentuk daun utuh ocha. Aromanya pun cukup kuat, dan mudah dikenali. Sedangkan, ocha mempunyai rasa yang cenderung lebih ringan, namun dengan body yang lebih kuat sehingga tetap enak untuk dinikmati. Teh ocha memiliki aroma yang juga lebih ringan dan tidak terlalu menonjol, sehingga dapat memberikan ketenangan ketika kamu menghirupnya.

4. Perbedaan Penyajian

Secara tradisional matcha sudah dipakai untuk minuman saat kegiatan upacara minum teh, dan sekarang sudah lebih populer di minuman modern seperti matcha latte, matcha yoghurt. Selain minuman, matcha juga sudah lama digunakan sebagai pewarna alami hijau untuk makanan di Jepang, seperti kue wagashi dan mochi. Kombinasi rasa pahit matcha dan manisnya  gula dalam makanan adalah perpaduan yang unik dan membuat matcha sekarang menjadi salah satu varian rasa yang mendunia untuk makanan yang lebih kekinian seperti es krim, gelato, puding, kue sus (atau di Jepang dikenal dengan sebutan shu cream). Sementara, ocha tersedia dalam bentuk daun kering yang diseduh menggunakan air panas, dan disajikan seperti minuman teh pada umumnya.

Baca Juga  Melacak Jejak Sejarah Randoseru dan Fakta Menarik di Balik Tas Paling Ikonik di Jepang

5. Kandungan Nutrisi

Kandungan nutrisi pada matcha sudah dipastikan lebih tinggi jika dibandingkan dengan ocha. Menurut Klikdokter, matcha memiliki kandungan antioksidan sebesar 134 mg dan asam amino sebesar 45 mg, sedangkan ocha hanya memiliki antioksidan sekitar 63 mg dan asam amino sebesar 3 mg saja.

Itu dia beberapa perbedaan matcha dan ocha, sampai disini cukup paham bukan? Untuk mengetahui informasi-informasi menarik lainya, jangan lupa untuk mengikuti sosial media ITO EN seperti Instagram, Tiktok, X, Facebook, dan YouTube.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *