Teh sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di banyak negara. Mulai dari menjadi sajian untuk memulai hari, menjadi pendamping saat bekerja, hingga menemani momen santai di sore hari. Setiap saat dan setiap musim, selalu ada secangkir teh yang hadir untuk menemani. Akan tetapi, tahukah kamu, negara mana ya yang paling banyak meminum teh di dunia? Dan apakah Indonesia termasuk dalam daftar ini?
Sebelum bertanya-tanya lebih jauh, yuk simak dulu artikel berikut!
Negara Pengonsumsi Teh Terbanyak di Dunia
Menurut data dari Global Tea Auction, tiga negara teratas yang mengonsumsi teh terbanyak di dunia adalah:
- Turki – sekitar 3,16 kg teh per orang per tahun, atau setara ±1.300 cangkir teh per orang setiap tahunnya. Di Turki, teh dikenal sebagai çay, yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Turki. Jenis teh yang diminum biasanya adalah teh hitam yang disajikan tanpa susu atau lemon, tetapi seringkali dengan gula kubus. Cangkir yang digunakan pun khas: gelas kecil berbentuk tulip bernama ince belli, yang memperlihatkan warna teh merah tua yang pekat. Bisa dibilang, minum teh di Turki bukan sekadar kebiasaan, tapi menjadi bagian dari keseharian masyarakat Turki.
- Irlandia – sekitar 2,36 kg per orang per tahun. Di Irlandia, secangkir teh biasanya disajikan dengan Irish soda bread, tea brack (semacam roti berisi buah-buahan), kue, atau buttermilk scones. Tidak hanya itu, teh juga dikonsumsi sepanjang hari dengan pembagian waktu sebagai berikut:
- Morning tea, yang dikonsumsi sembari sarapan.
- Elevensies, yakni waktu ngeteh sekitar jam 11 siang dan ditemani dengan sepiring scone.
- Afternoon tea, yang sesuai dengan namanya, disajikan pada jam 3 atau 4 sore dengan biskuit.
- High tea atau supper tea, disajikan sekitar jam 6 sore.
- Evening tea, yakni periode minum teh yang disajikan pada malam hari, sekitar jam 8 malam.
- Inggris – sekitar 1,82 kg per orang per tahun. Kalau bicara soal teh, tentu tak bisa lepas dari Inggris dengan tradisi legendarisnya: Afternoon Tea. Kebiasaan ini muncul sejak abad ke-19, ketika Duchess of Bedford memperkenalkan ide minum teh di sore hari dengan camilan ringan untuk menunda lapar sebelum makan malam. Hingga kini, afternoon tea masih menjadi bagian dari budaya Inggris, yang ditemani dengan sandwich kecil, scone, serta kue-kue manis. Teh yang biasa dikonsumsi umumnya black tea (seperti English Breakfast atau Earl Grey), dan hampir selalu diminum dengan susu.
Baca Juga: Tradisi Minum Teh di Dunia: 6 Cara Unik dari Jepang hingga Inggris
Bagaimana dengan Indonesia?
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Apakah habit masyarakat Indonesia yang senang minum teh ini bisa mendorong kita untuk masuk ke dalam daftar negara yang paling banyak mengonsumsi teh? Ternyata, meski Indonesia termasuk ke dalam produsen teh tertinggi di dunia, konsumsi domestiknya masih belum setinggi ekspornya, nih.
Namun demikian, ada tren peningkatan yang menarik sejak akhir tahun 2000-an. Menurut Indonesia Investments Report, pada tahun 2008, konsumsi teh per kapita di Indonesia adalah sekitar 0,23 kg per orang per tahun. Lalu, pada tahun 2022 angkanya meningkat menjadi sekitar 0,38 kg per orang per tahun. Hal ini didorong oleh banyaknya kemunculan teh siap minum (ready to drink tea), terutama varian botol dan ice tea, yang menjadi pemicu peningkatan konsumsi domestik.
Jadi, walaupun di Indonesia ada budaya ngeteh yang cukup kuat, ternyata konsumsi per kapitanya masih jauh di bawah negara-negara dengan jumlah konsumsi teh terbesar di dunia.
Baca Juga: Teh Hijau, Pilihan Tepat untuk Jaga Kesehatan Selama Pergantian Musim
Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jika konsumsi teh di Indonesia bisa meningkat. Pasalnya, belakangan tren teh di Indonesia juga semakin berkembang seiring meningkatnya minat terhadap gaya hidup sehat, termasuk minuman rendah kalori seperti minuman no sugar.
Banyak merek teh modern kini menghadirkan varian tanpa gula atau pemanis alami, menjadikannya pilihan populer bagi konsumen yang ingin menikmati rasa teh tanpa rasa bersalah. Salah satunya adalah ITO EN Oi Ocha Unsweetened Green, teh yang populer di kalangan ekspatriat Jepang di Indonesia, karena teh ini rasanya sama dengan varian yang di Jepang, otentik, alami, dan dijamin tidak manis.
Mau tahu lebih banyak fakta menarik mengenai teh? Ikuti media sosial ITO EN di Instagram, X, TikTok, Facebook, dan subscribe juga YouTube channel kami untuk mendapatkan berbagai informasi menarik tentang teh. Yuk, #JadiLebihSehat bersama ITO EN!
