Otak adalah pusat pengendali tubuh, itulah mengapa menjaga kesehatan otak sangatlah penting. Caranya adalah dengan memerhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari, karena melalui keduanya tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Salah satu yang banyak diyakini baik untuk kesehatan otak adalah teh hijau yang kaya antioksidan.
Namun, benarkah begitu? Berikut pembahasan lebih lanjut!
Benarkah Teh Hijau Baik untuk Kesehatan Otak?
Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk mencegah terjadinya stres oksidatif, yaitu kerusakan sel, jaringan, dan DNA akibat paparan radikal bebas. Tanpa adanya antioksidan yang cukup, maka stres oksidatif yang terjadi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti kanker. Kamu bisa mendapatkan antioksidan dari berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi, salah satunya adalah teh hijau.
Teh Hijau Melindungi Sel Otak
Teh hijau kaya antioksidan karena mengandung sejenis polifenol yang disebut dengan katekin, yang akan melindungi sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Katekin juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak.
Selain itu, teh hijau juga mengandung L-Theanine, yaitu asam amino non-protein unik yang memiliki bioaktivitas, sehingga bersifat antistres, antitumor, antidiabetic, antihipertensi. Teh hijau juga membantu proses penyembuhan penyakit kardiovaskular (jantung) dan penyakit serebrovaskular (stroke).
Baca Juga: Teh Hijau, Pilihan Tepat untuk Jaga Kesehatan Selama Pergantian Musim
Teh Hijau Menurunkan Risiko Alzheimer
Manfaat lainnya yaitu mengonsumsi teh hijau dapat menurunkan risiko penyakit alzheimer, yaitu penyakit degeneratif pada fungsi otak yang membuat penderitanya mengalami penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, bicara, dan perubahan perilaku. Manfaat ini berdasarkan pada hasil studi yang pernah dilakukan di Jepang.
Studi tersebut melibatkan 8.766 lansia dan dilakukan dengan cara memantau kebiasaan minum teh dan kopi dalam kesehariannya. Selain itu, kesehatan otak partisipan akan dipantau menggunakan pemindaian MRI untuk melihat lesi materi putih serta mengukur volume otak. Semakin kecil materi putih pada otak, maka semakin kecil pula risiko mengalami penyakit yang berkaitan dengan fungsi otak, seperti penyakit Alzheimer.
Studi yang dilakukan tersebut mendapatkan hasil bahwa lansia yang mengonsumsi teh hijau sebanyak tiga cangkir atau lebih memiliki lesi materi putih 3% lebih sedikit dibandingkan dengan partisipan yang hanya mengonsumsi satu cangkir per hari. Bahkan, partisipan yang mengonsumsi tujuh hingga delapan cangkir teh hijau per hari bisa memiliki lesi materi putih 6% lebih sedikit. Sementara untuk volume otak, tidak ditemukan adanya perubahan ukuran. Studi ini telah dipublikasikan di Nature journal npj Science of Food.
Sebaiknya Berapa Gelas Teh Hijau untuk Dikonsumsi per Hari?
Melansir dari healthline, kamu disarankan untuk mengonsumsi tiga hingga lima gelas teh hijau per hari untuk mendapatkan manfaatnya. Namun, jumlah ini tetap harus disesuaikan dengan kondisimu, karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda.
Kapan Waktu Tepat Mengonsumsi Teh Hijau?
Teh hijau pada dasarnya bisa kamu konsumsi kapan saja. Namun, ada waktu tertentu yang lebih disarankan untuk memaksimalkan manfaat teh tanpa gula yang kamu konsumsi:
1. Pagi Hari
Pagi hari sebelum sarapan adalah waktu yang paling tepat untuk mengonsumsi teh hijau, karena saat perut kosong belum ada nutrisi lain yang masuk sehingga tubuh dapat memaksimalkan penyerapan antioksidan dalam teh hijau. Selain itu, teh hijau yang diminum pada pagi hari dapat menjadi pengganti kopi yang bermanfaat untuk meningkatkan fokus dan memori.
Namun, untuk kamu yang memiliki riwayat penyakit asam lambung disarankan untuk tidak mengonsumsi teh dalam kondisi perut kosong, karena kandungan kafein dan tanin dalam teh hijau dapat memicu penyakit asam lambungmu. Kamu tetap bisa mengonsumsi teh hijau di pagi hari, tetapi setidaknya isilah perut dengan makanan atau camilan terlebih dahulu.
Baca Juga: Minum Teh Hijau sebelum Tidur: Benarkah Lebih Sehat?
2. Siang Hari
Kamu bisa mengonsumsi teh hijau pada siang hari untuk membantu meningkatkan fokus karena kandungan L-theanine di dalamnya. Namun, disarankan bagi vegetarian dan vegan untuk memberikan jarak sekitar 2 jam dari waktu makan siang, karena kandungan tanin dalam teh dikhawatirkan dapat menghambat penyerapan zat besi nabati oleh tubuh.
3. Malam Hari
Teh hijau yang dikonsumsi pada malam hari dapat memberi efek relaksasi, sehingga membantu meningkatkan kualitas tidur. Namun, disarankan untuk memilih teh hijau rendah kafein, seperti Hojicha atau Genmaicha terutama bagi yang sensitif terhadap kafein.
Yuk, Jaga Kesehatan Otak dengan Mengonsumsi Teh Hijau!
Menjaga kesehatan otak dengan rutin mengonsumsi teh hijau setiap hari tentunya bukan hal yang sulit, bukan? Apalagi saat ini kamu bisa mengonsumsi Oi Ocha, teh hijau kemasan dalam botol tanpa gula/pemanis dan 0 kalori, serta menggunakan bahan alami yang memiliki efek antioksidan tinggi. Kemasannya dalam bentuk botol membuat minuman ini bisa kamu bawa ke mana pun dengan mudah. Jadi, sangat mudah dan praktis sekali jika kamu ingin memulai kebiasaan sehat dengan mengonsumsi teh hijau rutin setiap hari.
Ingin tahu lebih banyak informasi mengenai teh hijau dan manfaatnya untuk kesehatan? Jangan lupa ikuti media sosial ITO EN di Instagram, X, TikTok, Facebook, dan subscribe juga YouTube channel kami untuk mendapatkan berbagai informasi menarik tentang teh hijau hingga produk unggulan dari kami. Yuk, #JadiLebihSehat bersama ITO EN!
