Punya sisa teh yang sudah dingin dan ingin menikmatinya hangat lagi? Pertanyaan utamanya bukan hanya apakah teh boleh dipanaskan kembali, melainkan bagaimana teh itu diseduh dan disimpan. Teh yang baru dibuat atau segera didinginkan dan disimpan dengan baik berbeda dari teh yang dibiarkan semalaman di meja.
Jawaban singkat: teh seduh yang masih segar dapat dihangatkan kembali. Namun, jika teh sudah terlalu lama berada pada suhu ruang, berbau tidak biasa, atau ditambah susu lalu tidak segera disimpan dingin, pilihan yang lebih aman adalah membuangnya dan menyeduh teh baru. Memanaskan teh yang penyimpanannya buruk tidak otomatis membuatnya aman.
Apakah memanaskan teh kembali berbahaya?
Pemanasan ulang itu sendiri tidak selalu membuat teh berbahaya. Hal yang perlu dinilai adalah waktu dan suhu penyimpanan, kebersihan wadah, serta bahan tambahan di dalam minuman. Washington State University Extension menjelaskan bahwa teh seduh dapat mendukung pertumbuhan bakteri dan menyarankan agar tidak menyimpannya pada suhu ruang lebih dari delapan jam. Setelah diseduh, teh sebaiknya segera didinginkan jika belum akan diminum.
Untuk teh yang dicampur susu, perhatikan bahwa susu termasuk bahan mudah rusak. CDC menyarankan makanan atau minuman yang mudah rusak tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam; batasnya satu jam bila suhu lingkungan di atas sekitar 32°C. Jika ragu berapa lama teh susu berada di luar kulkas, jangan mengandalkan pemanasan ulang untuk menyelamatkannya.
Apa yang berubah saat teh dihangatkan lagi?
Rasa dan aroma bisa berubah
Jika daun atau kantong teh masih terendam, pemanasan dan waktu seduh tambahan dapat membuat rasa lebih pekat atau pahit. Aroma tertentu juga dapat berkurang ketika teh dipanaskan. Karena itu, angkat daun atau kantong teh setelah penyeduhan awal dan panaskan hanya jumlah yang akan diminum.
Kandungan teh tidak langsung “hilang semua”
Kafein dalam teh tidak langsung rusak hanya karena minumannya dipanaskan kembali. Penelitian tentang penyeduhan teh hijau menunjukkan kafein cukup stabil dalam seduhan panas. Sementara itu, kandungan katekin dapat berubah sesuai suhu, lama pemanasan, dan kondisi air; perubahan ini tidak berarti semua kandungan baik atau manfaat teh pasti hilang. Jika ingin mengenal senyawa yang ada dalam minuman ini, baca juga kandungan alami dalam teh.
Bagaimana cara menyimpan dan menghangatkan teh?
- Seduh dalam wadah bersih. Setelah rasa yang diinginkan tercapai, angkat daun atau kantong teh.
- Minum saat masih segar atau simpan dingin. Jika tidak segera diminum, dinginkan dan simpan di kulkas dalam wadah bersih yang tertutup. Iowa State University Extension menyarankan teh seduh yang disimpan dingin diminum dalam tiga hari.
- Hangatkan secukupnya. Tuang porsi yang ingin diminum ke wadah lain, lalu panaskan hingga cukup hangat untuk dinikmati. Jangan berulang kali memanaskan seluruh persediaan.
- Buang teh yang diragukan. Jika teh dibiarkan semalaman di suhu ruang, berbau tidak biasa, atau riwayat penyimpanannya tidak jelas, seduh teh baru. Penilaian dari tampilan atau aroma saja juga tidak menjamin keamanan.
Jadi, bolehkah minum teh sisa kemarin?
Jika setelah diseduh teh segera disimpan di kulkas dalam wadah bersih, teh sisa kemarin pada umumnya masih dapat dinikmati dan dihangatkan seperlunya. Jika teh berada di suhu ruang sepanjang malam, sebaiknya jangan diminum meskipun dipanaskan kembali. Untuk teh dengan susu, gunakan batas penyimpanan yang lebih ketat seperti dijelaskan di atas.
Jika kamu ingin menikmati teh tanpa perlu khawatir soal proses penyeduhan atau memanaskannya kembali, pilihan yang lebih praktis adalah memilih teh siap minum. Dengan begitu, kamu bisa langsung menikmati rasa teh yang segar tanpa harus khawatir kualitasnya berubah karena dipanaskan berulang kali.
Salah satu pilihan yang bisa kamu coba adalah ITO EN Oi Ocha, teh hijau tanpa gula dan pemanis buatan yang nggak manis dengan 0 kalori. Minuman ini dibuat dari seduhan 100% daun teh hijau berkualitas yang diimpor langsung dari Jepang, sehingga menghadirkan aroma khas teh Jepang yang segar dengan rasa teh yang tetap murni dan otentik. ITO EN Oi Ocha juga tersedia dalam kemasan 1 liter, sehingga praktis dinikmati bersama keluarga atau tamu.
Kalau kamu tertarik dengan beragam info seputar teh, kesehatan, dan budaya Jepang, jangan lupa ikuti juga akun media sosial kami di Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube ITO EN Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai produk unggulan dari ITO EN.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah teh yang sudah dingin boleh dipanaskan lagi?
Boleh jika teh baru diseduh atau disimpan dengan benar di kulkas. Rasa dan aromanya mungkin berubah, terutama jika daun teh masih terendam.
Apakah teh yang dibiarkan semalaman boleh direbus lagi?
Sebaiknya tidak. Teh yang dibiarkan semalaman pada suhu ruang telah melewati waktu penyimpanan yang dianjurkan untuk teh seduh. Menyeduh teh baru adalah pilihan yang lebih aman.
Apakah teh dari kulkas bisa diminum keesokan harinya?
Pada umumnya bisa jika teh segera didinginkan setelah diseduh dan disimpan di wadah bersih. Hangatkan hanya porsi yang akan diminum.
