menuang teh dalam cangkir

Bolehkah Teh Dipanaskan Kembali? Ini Jawabannya

Teh merupakan salah satu minuman yang sudah menjadi bagian dari keseharian di berbagai daerah di Indonesia. Misalnya, teh hangat sering diminum di pagi hari, disajikan untuk tamu, atau menjadi minuman pendamping dalam berbagai acara keluarga hingga resepsi. Namun, ada satu hal yang sering dilakukan tanpa disadari, yaitu memanaskan kembali teh yang sudah diseduh.

Padahal, teh sebaiknya tidak dipanaskan kembali, baik menggunakan microwave maupun direbus ulang. Lalu, apa alasan di balik anjuran tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

Bagaimana Jika Teh Dipanaskan Kembali?

Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa teh tidak sebaiknya dipanaskan kembali:

1. Perubahan Rasa dan Aroma

Ketika secangkir teh dipanaskan kembali bersama dengan daun teh yang masih tercelup dalam cangkir, maka akan banyak zat tanin yang keluar dari daun-daun teh tersebut, sehingga membuat rasanya jadi lebih pahit. Kafein dalam teh kemungkinan berkurang karena rusak oleh panas. Demikian pula aroma wangi teh berkurang karena mereka adalah volatile compound yang mudah menguap.

2. Banyak Bakteri Tumbuh

Dalam kondisi khusus yaitu hanya saat teh didiamkan terlalu lama sehingga tumbuh bakteri dan jamur. Untuk kasus ini jika teh tersebut dihangatkan saja (tanpa dididihkan ulang) maka ada risiko bakteri dan jamur tersebut tidak mati, alih-alih justru tumbuh di suhu yang hangat (optimal). Hal ini khususnya mungkin terjadi jika teh tersebut dicampur dengan bahan-bahan lain, seperti gula, susu, pemanis buatan dan lain sebagainya. Kenapa demikian? Karena bakteri dan jamur lebih mudah tumbuh di susu dan minuman manis.

3. Perubahan Kandungan Gizi

Teh mengandung senyawa bernama polyfenol. Senyawa ini jika diminum dapat menghasilkan antioksidan yang berperan penting untuk kesehatan tubuh. Namun, kandungan polyfenol dalam teh akan rusak dan hilang apabila ia terus-menerus terkena panas. Ini artinya, ketika kamu memanaskan teh berulang kali, bisa jadi kamu tidak akan mendapatkan manfaat dari teh tersebut sama sekali.

Bagaimana Sebaiknya?

Kami menyarankan teh tidak dipanaskan kembali, minumlah apa adanya. Sebaiknya seduh ulang menggunakan teh yang baru jika ingin dinikmati dalam kondisi hangat. Namun demikian, jika tujuanmu memanaskan kembali teh agar bisa dikonsumsi dalam kondisi hangat dan mengurangi food-waste, maka pastikan hal-hal berikut:

  1. Teh tersebut tidak dalam kondisi basi (tumbuh bakteri dan jamur).
  2. Daun teh atau teh celup yang lama, harus diangkat dan dipisahkan terlebih dahulu.
  3. Hangatkan tidak perlu sampai mendidih, untuk menjaga aroma teh.

Jika kamu ingin menikmati teh tanpa perlu khawatir soal proses penyeduhan atau memanaskannya kembali, pilihan yang lebih praktis adalah memilih teh siap minum. Dengan begitu, kamu bisa langsung menikmati rasa teh yang segar tanpa harus khawatir kualitasnya berubah karena dipanaskan berulang kali.

Salah satu pilihan yang bisa kamu coba adalah ITO EN Oi Ocha, teh hijau tanpa gula dan pemanis buatan yang nggak manis dengan 0 kalori. Minuman ini dibuat dari seduhan 100% daun teh hijau berkualitas yang diimpor langsung dari Jepang, sehingga menghadirkan aroma khas teh Jepang yang segar dengan rasa teh yang tetap murni dan otentik. ITO EN Oi Ocha juga tersedia dalam kemasan 1 liter, sehingga praktis dinikmati bersama keluarga atau tamu.

Kalau kamu tertarik dengan beragam info seputar teh, kesehatan, dan budaya Jepang, jangan lupa ikuti juga akun media sosial kami di Instagram, XTikTok, Facebook, dan YouTube ITO EN Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai produk unggulan dari ITO EN.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *