Di Jepang, minum teh bukan sekadar kebiasaan, tapi bagian dari budaya. Berbagai jenis teh hijau seperti Ocha, Hojicha, Sencha, Matcha, dan Gyokuro telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat, bahkan mendunia. Tapi tahukah kamu, selain jenis tehnya yang beragam, Jepang juga mengenal dua cara penyajian teh yang berbeda: usucha (teh encer) dan koicha (teh kental).
Jika kamu sudah terbiasa dengan teh hijau yang terasa mainstream dan menyegarkan seperti Oi Ocha, kini saatnya mengenal Koicha—versi teh hijau yang lebih pahit, berani, dan autentik.
Apa itu Koicha?
Secara harfiah, koicha berarti “teh kental”. Dibuat dari bubuk teh hijau pilihan (matcha) dan diseduh dengan jumlah bubuk matcha yang lebih banyak dari usucha, koicha menghasilkan tekstur yang menyerupai sirup, dengan rasa yang lebih pekat, umami, dan aroma yang kuat. Teh ini biasa disajikan dalam upacara minum teh chanoyu, dengan teknik pengadukan khusus yang dilakukan perlahan tanpa menghasilkan busa.
Dalam konteks budaya Jepang, koicha bukan sekadar minuman, melainkan pengalaman ritual. Rasanya bisa terasa asing bagi yang belum terbiasa—sepat, pahit, dan mendalam. Tapi di balik kekhasannya, ada keunikan rasa yang sangat dihargai oleh penikmat teh sejati.
Dari Chanoyu ke Kehidupan Modern: Evolusi Koicha Versi ITO EN
Versi koicha yang disebut di atas merujuk pada definisi tradisional dalam upacara chanoyu. Tetapi, seiring perubahan zaman, teh hijau pun ikut bertransformasi. Gaya hidup yang semakin dinamis, terutama di kalangan pekerja urban Jepang, membuka ruang bagi interpretasi baru.
ITO EN, sebagai perusahaan teh hijau nomor satu di Jepang, pada beberapa dekade yang lalu pernah melakukan survei kepada para pekerja kantoran mengenai kebutuhan mereka di pagi hari. Hasil survey tersebut adalah mereka membutuhkan kafein dan ingin mendapatkannya dari sumber yang alami dan sehat. Dari sinilah, inspirasi untuk menghadirkan ‘koicha’ versi siap minum lahir.
Mengambil esensi dari koicha tradisional—teh kental, pekat, dan kuat—ITO EN mengembangkan varian Oi Ocha Koicha atau cukup disingkat Koicha. Versi ini tidak sepadat koicha dalam chanoyu, namun tetap menyajikan rasa yang lebih intens dan kompleks dibandingkan varian teh hijau biasa.
Sejak pandemi COVID-19, tren konsumsi Koicha di Jepang meningkat pesat. Banyak orang beralih dari minuman teh hijau tawar yang biasa ke teh hijau tawar yang lebih pekat seperti Koicha. Di Jepang, label Koicha yang menampilkan klaim: “dapat mengikis lemak bila diminum rutin 2 botol per hari” menjadi daya tarik tersendiri—meskipun efek ini tetap harus dilihat dalam konteks konsumsi seimbang dan gaya hidup sehat.
Bitter is Better: ITO EN Luncurkan Oi Ocha Koicha di Indonesia
Kabar baik untuk para pecinta teh hijau di Indonesia! Pada 21 Mei 2025 lalu, ITO EN resmi meluncurkan varian terbaru mereka ITO EN Oi Ocha Koicha 500ml. Hadir melalui kampanye “Bitter is Better”, peluncuran ini menandai masuknya teh hijau versi lebih pahit, dan lebih pekat yang telah populer di Jepang ke pasar Indonesia.
Acara peluncuran diadakan di Sarinah, Jakarta, dan turut menghadirkan berbagai aktivitas seru seperti bitter challenge, sambung pantun dan DIY bottle, yang bisa kamu intip di akun Instagram @itoenindonesia. Meskipun digelar secara tertutup, namun ITO EN mengundang beberapa KOL, untuk bisa berpartisipasi dan merasakan keseruan acaranya.
Peluncuran varian ITO EN Oi Ocha Koicha ini merupakan upaya dari mewujudkan misi ITO EN untuk selalu menyediakan teh berkualitas baik kepada konsumen melalui proses yang etis dan ramah lingkungan.
[irp posts=”2485″ ]
Kenapa Harus Coba Koicha?
✨ Cita rasa yang lebih pekat dan berani
Koicha menawarkan rasa pahit dan umami yang lebih menonjol. Cocok untuk kamu yang ingin naik level dalam menikmati teh hijau. Sama seperti halnya rasa manis atau pedas, sensasi pahit pun punya penggemarnya sendiri—dan Koicha adalah versi teh hijau yang menantang selera itu.
✨ Aroma teh yang bertahan lebih lama
Menggunakan daun teh pilihan dari Jepang dalam jumlah lebih banyak, Koicha dikemas dengan teknologi aseptic filling yang menjaga cita rasa dan aroma tetap segar. Aroma harum yang perlahan muncul di mulut setelah diminum memberikan sensasi khas dan cenderung tak terlupakan.
✨ Tanpa gula/pemanis buatan dan 0 kalori
Sama seperti varian ITO EN lainnya, Koicha juga tidak mengandung gula/pemanis buatan dan 0 kalori. Solusi ideal untuk kamu yang sedang mengurangi asupan manis tapi tetap ingin menikmati minuman berkarakter.
“Kalau sekadar pahit sih banyak, tapi pahit yang enak, bisa diterima, dan bikin penasaran—itu yang bikin Koicha beda.”
Oi Ocha VS Koicha: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?
Meskipun sama-sama kaya manfaat kesehatan dan dibuat dari daun teh yang diimpor langsung dari Jepang, Oi Ocha dan Koicha dari ITO EN memiliki beberapa perbedaan. Ini dia beberapa perbedaan yang bisa kamu pertimbangkan.
| Kriteria | Oi Ocha | Koicha |
|---|---|---|
| Rasa | Tidak pekat, menyegarkan | Pekat, Pahit, Berkaratker |
| Kadar daun teh | Standar | Lebih banyak |
| Kalori | 0 kalori | 0 kalori |
| Gula/pemanis buatan | Tidak mengandung | Tidak mengandung |
| Cocok untuk | Pemula, mayoritas pecinta teh | Anti-mainstream, suka tantangan baru |
Yuk, Coba Koicha Hari Ini!
Buat kamu yang sedang mengeksplorasi gaya hidup sehat, mencoba Koicha bisa jadi langkah baru yang menyenangkan. Rasanya yang kuat, teksturnya yang berbeda, serta fakta bahwa ia tidak mengandung gula/pemanis buatan dan 0 kalori membuatnya cocok sebagai alternatif minuman sehari-hari. Jangan lupa untuk follow akun media sosial ITO EN Indonesia di Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube agar tidak ketinggalan info dan keseruan seputar teh hijau dan gaya hidup sehat lainnya. Bagikan juga artikel ini ke teman-temanmu dan ajak mereka ikutan tantangan “Bitter is Better”!
